LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPJT pertimbangkan tetap sediakan gerbang tol tunai tapi hanya di titik tertentu

Pemerintah akan menerapkan 100 persen sistem pembayaran non tunai seluruh gebang tol di Indonesia pada 31 Oktober 2017. Hery mengatakan saat ini penggunaan transaksi non tunai di jalan tol telah mencapai 49 persen. Angka tersebut dipastikan terus meningkat seiring dengan rencana pembayaran tol dengan sistem non tunai.

2017-09-29 14:18:00
e-money
Advertisement

Pemerintah akan menerapkan 100 persen sistem pembayaran non tunai seluruh gebang tol di Indonesia pada 31 Oktober 2017. Namun demikian, sebagian pihak meminta pemerintah tetap menyediakan beberapa gerbang tol dengan pembayaran tunai untuk mengantisipasi apabila ada masalah di lapangan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Hery Trisaputra Zuna, mengatakan pihaknya masih membahas mengenai pengadaan dan penempatan gerbang tol dengan pembayaran tunai di beberapa ruas tol. Namun demikian, pihaknya sejauh ini masih fokus menerapkan sistem pembayaran 100 persen non tunai pada Oktober mendatang.

"Disediakan, terbatas tapi melihat tempatnya juga. Saat ini masih terus dibahas. Takutnya kalau dibuat di semua tempat nanti malah memicu kemacetan. Namun itu tadi, kita masih fokus ke transaksi pembayaran non tunai 100 persen," ujar Hery di Kantornya, Jakarta, Jumat (29/9).

Hery mengatakan saat ini penggunaan transaksi non tunai di jalan tol telah mencapai 49 persen. Angka tersebut dipastikan terus meningkat seiring dengan rencana pembayaran tol dengan sistem non tunai. "Sekarang sudah mencapai 49 persen, kita optimis bisa capai target nanti di Oktober," jelasnya.

Lebih lanjut Hery menjelaskan, infrastruktur pendukung pembayaran tol dengan sistem non tunai di seluruh Indonesia sudah siap digunakan pada Oktober. Selain itu, pihaknya bersama stakeholder terkait memastikan tidak akan ada kekurangan kartu pembayaran non tunai pada saat sistem tersebut diberlakukan.

"Alatnya sudah ya, sudah siap. Sudah bisa menerima non tunai. Kekurangan kartu tidak akan ada, karena semua pihak juga telah komitmen untuk bersama sama mendukung transaksi nontunai di jalan tol ini. Baik dari Bank Indonesia, perbankan, semuanya kita bersama-sama," jelasnya.

Hery menambahkan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mendukung penggunaan transaksi non tunai di jalan tol. Hal ini dilakukan, supaya tidak ada lagi masyarakat yang kaget ketika rencana tersebut diterapkan.

"Terus kita sosialisasikan, bagaimana supaya masyarakat tidak kaget. Supaya ketika dijalan tol, tidak ada antri panjang lagi. Selain itu kita ingatkan, nantinya tidak ada lagi pengembalian ketika masuk tol. Makanya, masyarakat diminta inisiatif untuk mengisi kartu sebelum masuk," tandasnya.

Baca juga:
Pertengahan September, pembayaran non tunai jalan tol baru 49 persen
Bayar e-money di jalan tol makan waktu 3 detik, tunai 12 detik
Ombudsman sebut BI ngotot aturan isi ulang e-money tak langgar UU mata uang
Ombudsman bakal terbitkan LHP soal dugaan maladministrasi isi ulang e-money
Ombudsman: Sediakan satu gerbang tol untuk transaksi tunai
BI soal isi ulang e-money: Kita akan cari solusi terbaik
Ada maladministrasi soal isi ulang e-money, BI dipanggil Ombudsman

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.