BKPM nilai Panama Papers tak berdampak pada investasi di Indonesia
"Intinya mau dari negara-negara seperti tax haven semuanya masih berjalan sesuai rencana ."
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani meyakini kebocoran data berisi dugaan skandal keuangan milik firma hukum Panama Mossack Fonseca tak berdampak pada investasi di Tanah Air. Menurutnya, pemerintah masih akan menerima aliran investasi dari negara terkenal menjadi surga bagi pengemplang pajak atau tax haven.
"Intinya mau dari negara-negara seperti tax haven semuanya masih berjalan sesuai rencana dan tidak ada dampaknya untuk investasi di Indonesia," ujar Franky di Kantornya, Jakarta, Senin (11/4).
BKPM, lanjut Franky, bakal mempromosikan Indonesia sebagai tempat paling aman dan nyaman untuk berusaha. Ini dilakukan guna mendorong penciptaan lapangan kerja, pengurangan angka pengangguran, dan menumbuhkan perekonomian Indonesia.
"Semakin banyaknya investasi yang masuk penerimaan pajak negara akan ada bertumbuh. Karena BKPM itu mengundang banyak investor," pungkasnya.
Sepanjang 2010-2015, total investasi asing yang masuk ke Indonesia mencapai USD 146,677 miliar. Sepanjang periode tersebut, aliran investasi berasal dari delapan negara tax haven hanya sekitar USD 9 miliar.
Baca juga:
'Pak Jokowi, gunakan momentum Panama Papers basmi mafia pajak!'
Dampak Panama Papers, ekonomi terancam saat banyak dana pulang ke RI
2010-2015, investasi 8 negara surga pajak di Indonesia USD 9 miliar
Cara 'unik' menperin ajak pabrik otomotif investasi di Indonesia
Jaga harga beras, Mendag Lembong minta Bulog bangun gudang pengering
Pemerintah buat aturan baru permudah bangun smelter