BI berikan 3.040 beasiswa mulai dari PAUD hingga universitas
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mengatakan beasiswa ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dalam rangka meningkatkan kepedulian kepada komunitas. Sehingga, dapat dijadikan sarana peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di tengah masyarakat.
Bank Indonesia turut berperan aktif dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Salah satu langkahnya dengan meluncurkan Beasiswa Bank Indonesia.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mengatakan beasiswa ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dalam rangka meningkatkan kepedulian kepada komunitas. Sehingga, dapat dijadikan sarana peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di tengah masyarakat.
"Kami memberikan beasiswa kepada 3.040 siswa dimana 80 terdapat program unggulan. Kami juga memberikan soft skill," ujar Mirza di kantornya, Jakarta, Senin (24/10).
Bahkan, untuk mensosialisasikan program ini, Bank Indonesia juga menjaring masyarakat sejak dini. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat melek akan fungsi dan tugas dari Bank Sentral.
"Kami berusaha melakukan komunikasi dengan baik, CSR lakukan sampai dengan PAUd (pendidikan anak usia dini)," ungkapnya.
Mirza menambahkan, melek keuangan menjadi hal yang wajib tidak cuma bagi orang dewasa tapi juga anak-anak. Di mana setiap orang memah seharusnya memiliki kemampuan dalam mengelola dan juga mengambil keputusan di dalam keuangan mereka.
Jika seseorang melek keuangan, maka besar kemungkinan orang tersebut akan memiliki kemampuan dalam melakukan investasi dan juga mengelola aset yang dimilikinya secara maksimal.
"Masih banyak orang tidak tahu apa dan tugas serta fungsi Bank Indonesia dengan perbankan lainnya. Bagaimana dengan pemahanan keuangan lainnya," pungkasnya.
Baca juga:
BI sebut pariwisata RI bisa jadi sumber baru pendanaan masyarakat
BI: Ada dana perbankan Rp 350 T bisa digunakan bangun ekonomi RI
BI akan terbitkan aturan anyar soal surat utang korporasi
BI sebut pembangunan Indonesia tak berjalan tanpa utang asing
BI: Pasar keuangan Tanah Air masih dangkal
BI pantau dampak pemilu AS ke perekonomian Indonesia
BI prediksi Rupiah terus menguat di Oktober 2016