BI pantau dampak pemilu AS ke perekonomian Indonesia
Merdeka.com - Bank Indonesia memantau perkembangan proses pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Hal ini perlu dilakukan karena apapun keputusan pesta demokrasi tersebut akan mempengaruhi kondisi perekonomian global.
"Dampak pemilu terus kami cermati karena antara dua kubu punya policy berbeda, ini perlu kami lihat," ucap Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung di Jakarta, Kamis (20/10).
Meski demikian, Juda belum bisa memprediksi risiko ekonomi Indonesia terkait pemilihan presiden di AS. "Kami sulit menghitung tetapi secara risiko bisa kami lihat bahwa berdampak negatif terhadap ekonomi global dan domestik," katanya.
Tak hanya masalah Pilpres, Bank Indonesia juga tengah memantau dampak dari rencana kenaikan suku bunga The Fed.
"Kalau dari Fed sudah kami hitung dalam assesment kami, kenaikan Fed Rate tidak lebih dari sekali, bisa November kemungkinan besar di Desember. Kalau dilakukan di Desember, assesment kami karena semua sudah perkirakan, jadi sudah di price in market dan sudah masuk hitungan kami," tukas dia.
Melihat perekonomian global sejauh ini, Juda optimis perekonomian Indonesia masih akan tetap tumbuh baik meski lebih rendah dari perkiraan.
"Pertumbuhannya (ekonomi) lebih rendah dari kami perkirakan. Tapi kami sudah sampaikan masih sekitar 5 persen di kuartal III, agak sedikit dalam range itu bisa lebih rendah tapi masih sekitar 5 persen," kata dia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya