Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BI: Pasar keuangan Tanah Air masih dangkal

BI: Pasar keuangan Tanah Air masih dangkal Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mengakui pasar keuangan Indonesia masih sangat dangkal jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini disebabkan tidak seimbangnya kebutuhan korporasi dan lembaga non-bank dalam mencari sumber pendanaan jangka pendek.

"Indonesia sampai saat ini instrumen keuangan sangat dangkal sedangkan kebutuhan korporasi dan lembaga non bank untuk mencari sumber keuangan cukup besar," ujar Mirza di kantornya, Jakarta, Senin (24/10).

Mirza mengatakan, salah satu cara memperdalam pasar keuangan Tanah Air adalah dengan memperkaya instrumen investasi. "Makanya kami akan menertibkan commercial paper, merupakan surat berharga jangka pendek bagi korporasi dibutuhkan untuk mencari pendanaan untuk modal kerja," ucap Mirza.

Padahal, menurut Mirza, pendalaman sektor keuangan merupakan salah satu langkah penting dalam upaya mengembangkan ekonomi suatu negara.

"Kita bisa menarik ekses likuiditas di perekonomian dan memperkecil risiko gangguan terhadap stabilitas sistem keuangan yang berasal dari gejolak nilai tukar maupun fluktuasi di pasar saham," ungkapnya.

Informasi saja, Pasar keuangan adalah mekanisme pasar yang memungkinkan bagi seorang atau korporasi untuk dengan mudah dapat melakukan transaksi penjualan dan pembelian dalam bentuk sekuritas keuangan (seperti saham dan obligasi). Dalam sekuritas komoditas dimungkinkan dapat melakukan pembelian dan penjualan awal atas produk-produk sumber alam seperti produk pertanian dan Pertambangan dan lain sebagainya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP