BI prediksi Rupiah terus menguat di Oktober 2016
Merdeka.com - Bank Indonesia mencatat pergerakan nilai tukar Rupiah selama Oktober 2016 mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat. Secara rata-rata mata uang Garuda terapresiasi 0,41 persen atau di kisaran Rp 13.110 per USD.
"Penguatan itu berlanjut, dan di minggu ketiga Oktober Rp 13.005 per USD," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara di kantornya, Jakarta, Kamis (20/10).
Tirta menjelaskan, dari faktor internal penguatan rupiah didorong mulai membaiknya perekonomian domestik, seiring dengan terjaganya stabilitas makro ekonomi nasional.
Sementara dari faktor global, lanjut Tirta, kepastian bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan menaikkan tingkat suku pada Desember mendatang, memberikan angin positif bagi pasar keuangan.
"Ke depan kami akan tetap jaga stabilitas kurs rupiah, sesuai dengan fundamentalnya," ungkap Tirta.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada September 2016, nilai tukar (kurs) Rupiah di 34 provinsi di Indonesia menguat (apresiasi) terhadap empat mata uang dunia yang beredar di Tanah Air, yakni Dolar Amerika Serikat (USD), Dolar Australia (AUD), dan Euro (EUR), dan Yen Jepang.
"Yang memengaruhi total ekspor banyak faktor, permintaan dan harga komoditas termasuk kurs. Kalau kurs menguat pasti akan pengaruh ke ekspor. Pengaruhnya ada tapi seberapa besar kami lihat dulu di bulan Oktober," kata Kepala BPS Suhariyanto di gedung BPS, Jakarta, Senin (17/10).
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya