Berkat Tsunami, Aceh punya cadangan migas yang jumlahnya kalahkan Arab Saudi
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menemukan adanya cadangan migas yang besar di Simeleu, Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Cadangan migas tersebut mencapai 230 miliar barel. Cadangan migas Arab Saudi diperkirakan mencapai 220 miliar barel.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menemukan adanya cadangan migas yang besar di Simeleu, Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Cadangan migas tersebut mencapai 230 miliar barel.
Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Mukhtar Tompo, mengatakan potensi migas tersebut mengalahkan cadangan migas Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 220 miliar barel. Namun, BPPT belum bisa memastikan potensi tersebut gas bumi atau minyak.
"Pas raker dengan kami, BPPT membuka potensi migas ini (230 miliar) di Simeleu, Aceh. Kami kaget karena ini lebih tinggi dari cadangan minyak Arab Saudi," ujarnya di Makassar, Kamis (2/11).
Dia menjelaskan, cadangan migas ini merupakan misteri alam. Sebab, munculnya usai peristiwa Tsunami pada 2004 lalu. Menurutnya, saat terjadinya Tsunami maka lempengan-lempengan bumi yang mengandung migas berputar dan masuk ke wilayah Aceh.
"Tsunami bukan hanya berdampak ke kesusahan di Aceh tetapi menjadi berkah ke sektor migas," jelasnya.
Untuk itu, dia meminta BPPT dan Kementerian ESDM untuk menindaklanjuti temuan ini. Alasannya, cadangan ini harus digarap maksimal, sehingga dapat mendorong peningkatan produksi migas nasional.
"Usai reses atau bulan ini, kita panggil BPPT, ESDM dan Pertamina untuk mengkaji temuan ini lebih lanjut," tandasnya.
Baca juga:
DPR sebut UU Migas sarat kepentingan asing, ini buktinya
BPH Migas: Pemanfaatan gas bumi di Indonesia belum maksimal
Deretan daerah penyimpan cadangan gas terbesar di RI, pertama Natuna
Data persediaan AS mengecewakan, harga minyak dunia kembali turun
Harga minyak dunia naik dekati level tertinggi dalam 2 tahun
Pengambilalihan Blok Mahakam pertaruhkan citra migas Indonesia di mata dunia
Menteri Jonan puji produksi lapangan migas Jangkrik melebihi target