Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Jonan puji produksi lapangan migas Jangkrik melebihi target

Menteri Jonan puji produksi lapangan migas Jangkrik melebihi target Menteri Jonan resmikan fasilitas produksi gas lapangan jangkrik. ©2017 Merdeka.com/Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, memuji produksi gas lapangan Jangkrik di area Fasilitas Penerimaan Laut (Offshore Receiving Facility) di Selat Makassar yang melampaui target yang telah ditetapkan.

Lapangan migas yang dikelola oleh Eni Muara Bakau selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ini awalnya menargetkan produksi 450 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Namun, produksi per hari ini mencapai lebih dari 600 juta mmscf atau setara dengan 100.000 barel setara minyak per hari (boed).

"Ini sangat luar biasa dan bisa menambah target lifting migas kita sebesar 5 persen," ucap Menteri Jonan saat meresmikan fasilitas produksi gas lapangan Jangkrik di area Fasilitas Penerimaan Darat (Onshore Receiving Facility/ORF) yang berlokasi di Kelurahan Handil Baru, Kabupaten Samboja, Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (31/10).

Selain itu, Menteri Jonan juga memuji fasilitas offshore milik Eni Muara Bakau yang sangat luas di tengah laut selat Makassar. Nantinya, kata Menteri Jonan, ketika ini sudah tidak digunakan maka bisa dimanfaatkan untuk hal lain seperti asrama terapung militer, dan lain sebagainya.

"Luasnya itu 150 kali 300 meter, kalau nanti habis bisa jadi asrama terapung militer karena besar sekali, ada kamarnya dan mungkin juga bisa untuk latihan terorisme di laut bisa juga. Tapi ini nantilah," kata Menteri Jonan.

Menteri Jonan berpesan agar produksi Eni tidak berkurang ke depannya. "Kalau bisa produksi tidak berkurang."

Pada tanggal 29 Mei 2017, Eni telah memulai produksi dari Proyek Pengembangan Kompleks Jangkrik di lepas pantai laut dalam Indonesia, hal ini-pun lebih cepat dari pada perkiraan yang tercantum di dalam RENSTRA ESDM 2015-2019.

Keberhasilan proyek ini sangat signifikan untuk menambah pasokan gas dalam negeri dan memenuhi target lifting gas bumi pada tahun 2017 sebesar 1,15 juta barrel setara minyak per hari, dan 2018 sebesar 1,2 juta. Pemerintah menargetkan peningkatan penggunaan gas di dalam negeri. Tahun 2017 alokasi gas di dalam negeri sebesar 62 persen.

Proyek pengembangan Lapangan Gas Jangkrik juga telah menciptakan dampak berantai (multiplier effect) yang cukup besar seperti pabrikasi fasilitas pengolahan yang telah dikerjakan di Karimun, dan penyerapan tenaga kerja. Terdapat 1000 lebih tenaga kerja selama fase proyek dengan 94,5 persen di antaranya adalah tenaga kerja Indonesia.

Informasi saja, Eni resmi menjadi operator Blok Muara Bakau pada tahun 2002. Penemuan cadangan gas pertama terjadi pada tahun 2009 di Sumur Jangkrik-1. Berjarak sekitar 20 km dari Lapangan Jangkrik pada blok yang sama terdapat sumur Jangkrik North East yang ditemukan pada tahun 2011 dan kemudian diintegrasikan dalam satu rencana pengembangan lapangan (POD).

Pemerintah Indonesia menyetujui POD Lapangan Jangkrik pada tahun 2011 dan Lapangan Jangkrik North East pada tahun 2013. Persetujuan Lapangan Jangkrik North East melingkupi penggabungan pengembangan Lapangan Jangkrik yang dinamakan 'Jangkrik Complex Project' (Proyek Jangkrik).

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP