Berkat Camilan dan Minuman, Ekonomi RI Didorong Maju 6 Persen
Industri mamin memiliki perputaran yang relatif stabil dan konsisten.
Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mencatat industri makanan dan minuman (mamin) nasional mencatatkan pertumbuhan sebesar 6 persen pada tahun 2025. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5 persen.
"Industri makanan dan minuman ini merupakan salah satu sektor penting bagi ekonomi nasional. Tahun ini, alhamdulillah kami tumbuh sekitar 6 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Komite Bidang Kebijakan Publik dan Hubungan Antar Lembaga GAPMMI, Khrisma Fitriasari, dalam Rapat Panja Perlindungan Konsumen bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (10/7).
Khrisma menilai capaian ini menunjukkan ketahanan industri mamin dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi ekonomi global maupun domestik. Ia menyebut, sebagai sektor yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, industri mamin memiliki perputaran yang relatif stabil dan konsisten.
Kontribusi Signifikan ke PDB Nasional
Industri mamin juga mencatat kontribusi besar terhadap perekonomian. Khrisma mengungkapkan sektor ini menyumbang sekitar 40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) non-migas dan sekitar 7 persen terhadap total PDB nasional.
"Ini mengindikasikan betapa pentingnya industri makanan dan minuman bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan," ujarnya.
Lebih lanjut, Khrisma menekankan pentingnya regulasi dalam menjaga kualitas dan keamanan produk makanan dan minuman. Semua produk, baik yang diproduksi di dalam negeri maupun impor, wajib memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Selain izin edar, BPOM juga mewajibkan produsen mematuhi standar Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Bahkan pengawasan juga mencakup aspek pemasaran dan iklan, termasuk larangan terhadap klaim berlebihan.
"Misalnya, produsen tidak diperbolehkan mengklaim bahwa produknya adalah ‘nomor satu di Indonesia’. Bahkan klaim kandungan nutrisi pun diawasi secara ketat oleh BPOM agar tidak menyesatkan konsumen," jelas Khrisma.
GAPMMI berharap pertumbuhan sektor ini dapat terus dipertahankan, dengan dukungan regulasi yang adil serta perlindungan konsumen yang semakin kuat.