Bapanas Pastikan Stabilitas Harga Pangan Nabire Jelang Ramadan dan Idul Fitri
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga beras SPHP dan Minyakita di Nabire tetap sesuai HET, menjaga stabilitas harga pangan Nabire jelang Ramadan dan Idul Fitri.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan pokok strategis di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil secara intensif menjelang serta selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H. Fokus utama pengawasan saat ini adalah harga beras SPHP dan Minyakita di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyatakan bahwa pemerintah memperkuat upaya penstabilan harga untuk melindungi daya beli masyarakat. Pengawasan ketat dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Tahun 2026. Tim ini beroperasi di berbagai wilayah, termasuk Papua Tengah.
Pemantauan langsung oleh Bapanas bersama Satgas Saber Pangan Provinsi Papua Tengah di Pasar Kalibobo, Nabire, menunjukkan hasil positif. Harga beras SPHP dan Minyakita ditemukan masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Ini menjadi indikator keberhasilan intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga.
Pengawasan Intensif Menjamin Keterjangkauan Harga
Bapanas dan Satgas Saber Pangan Provinsi Papua Tengah secara rutin melakukan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional. Salah satu lokasi yang menjadi fokus adalah Pasar Kalibobo di Kabupaten Nabire. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan harga pangan pokok tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Hasil inspeksi di tingkat pengecer pada pasar tersebut menunjukkan harga beras SPHP tercatat sebesar Rp13.500 per kilogram. Angka ini sesuai dengan HET yang berlaku, memberikan kepastian bagi konsumen. Selain itu, harga beras medium juga tercatat Rp15.500 per kilogram, masih dalam batas HET.
Minyakita, salah satu kebutuhan pokok lainnya, juga terpantau stabil di Nabire. Harganya berada pada kisaran Rp15.700 per liter, yang juga tidak melebihi HET yang ditetapkan pemerintah. Kepatuhan terhadap HET ini menunjukkan efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh tim gabungan.
Peran Vital Beras SPHP dan Minyakita dalam Stabilitas Pangan
Keberadaan beras SPHP dan Minyakita dengan harga yang sesuai HET merupakan instrumen krusial bagi pemerintah. Produk-produk ini berfungsi sebagai penyeimbang pasar untuk menjaga daya beli masyarakat. Terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idul Fitri.
Intervensi pemerintah melalui penyediaan beras SPHP dan Minyakita sangat penting untuk menekan potensi lonjakan harga. Tanpa adanya produk-produk ini, fluktuasi harga pangan bisa terjadi secara signifikan. Hal ini dapat membebani masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dirancang untuk memastikan ketersediaan pasokan. Program ini juga menjaga agar harga tetap stabil di tingkat konsumen. Dengan demikian, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa kekhawatiran akan kenaikan harga yang tidak wajar.
Jaminan Ketersediaan Stok dan Komitmen Pengamanan
Dari sisi ketersediaan, Bulog Kantor Cabang Nabire memiliki stok pangan yang memadai untuk wilayah tersebut. Stok beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) saat ini tercatat sebesar 685 ton. Selain itu, tersedia 42 ton beras SPHP dan 7.260 liter Minyakita.
Jumlah stok yang ada dinilai cukup untuk mendukung upaya stabilisasi harga pangan di Nabire dan sekitarnya. Ketersediaan ini menjadi kunci utama dalam mencegah kelangkaan barang. Kelangkaan dapat memicu kenaikan harga yang tidak terkendali di pasar.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua Tengah, Kombes Pol A. Wakhid Prio Utomo, menegaskan komitmennya. Pihaknya akan terus mengawal stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Papua Tengah. Tujuannya adalah mencegah praktik merugikan dan lonjakan harga.
“Kami berharap tidak terjadi kenaikan harga bahan pangan yang signifikan di wilayah Papua Tengah,” ujar Wakhid. Ia menambahkan bahwa pemantauan terhadap harga dan stok pangan akan terus dilakukan secara berkesinambungan. Ini menunjukkan sinergi antarlembaga dalam menjaga ketahanan pangan.
Sumber: AntaraNews