Bangun smelter alumina, Antam-Inalum undang investor asing
Pabrik pengolahan bauksit itu rencananya bakal dibangun tahun depan dan diperkirakan tuntas 2019.
PT Antam Persero dan PT Indonesia Asahan Aluminium Persero (INALUM) mengundang investor asing untuk bekerja sama membangun smelter grade alumina di Kalimantan Barat. Pabrik pengolahan bauksit itu rencananya bakal dibangun tahun depan dan diperkirakan tuntas 2019.
"Perusahaan-perusahaan tersebut diantaranya berasal dari Tiongkok, Rusia dan Uni Emirat Arab," kata Direktur Utama Antam Tedy Badrujaman di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (15/10).
Dia mengatakan, pembangunan smelter merupakan kelanjutan dari kesepakatan dua perusahaan pelat merah yang diteken pada Juli lalu. Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendongkrak nilai tambah bauksit.
Smelter direncanakan berkapasitas sebesar 2 juta ton alumina per tahun. Adapun kebutuhan bijih bauksit sebesar 6 juta wet metric ton (wmt) per tahun bakal dipenuhi dari dalam negeri.
Inalum saat ini memiliki kapasitas produksi aluminium ingot sebesar 250 ribu ton per tahun. Itu membutuhkan minimal 500 ribu ton Alumina per tahun.
Inalum berencana meningkatkan kapasitas menjadi 500 ribu ton aluminium ingot per tahun pada 2020. Itu membutuhkan bahan baku minimal 1 juta ton Alumina per tahun
Di luar itu, Inalum bakal menghasilkan produk hilir baru akhir tahun depan. Yaitu Aluminium Billet dan Aluminium Alloys.
Baca juga:
Ancam rencana hilirisasi, pelonggaran izin ekspor tak akan diberikan
Dongkrak ekonomi, pemerintah kaji pelonggaran izin ekspor tambang
ESDM minta Newmont perpanjang kerja sama smelter dengan Freeport
Menengok strategi Freeport hadapi masalah terbesar sepanjang sejarah
Pemerintah diminta konsisten, hasil tambang diolah di dalam negeri
Harga komoditas dunia jatuh, momen Jokowi berantas tambang ilegal