Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menengok strategi Freeport hadapi masalah terbesar sepanjang sejarah

Menengok strategi Freeport hadapi masalah terbesar sepanjang sejarah PT Freeport. REUTERS/Muhammad Yamin

Merdeka.com - PT Freeport Indonesia mengaku sedang mengalami masa-masa paling sulit dalam bisnisnya. Pasalnya, harga komoditas global sedang anjlok dan ditambah lagi ketidakpastian tentang perpanjangan operasional pascakontrak karya.

Juru Bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama mengatakan perusahaan saat ini sedang mencari cara untuk menekan pengeluaran. Salah satunya adalah dengan menunda proyek yang dikategorikan tidak prioritas.

"Beberapa proyek tertentu mungkin (ditunda). Sekarang kami sedang menyiapkan revisi, tapi saat ini belum ada revisi. Kami sedang siapkan," ucap Riza ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Senin (17/8).

Pihaknya saat inis sedang mencermati proyek mana yang akan bisa ditunda. Namun pengembangan smelter di Gresik dipastikan akan tetap berjalan karena menjadi 'kunci' operasi Freeport ke depannya.

"Smelter tetap jalan karena itu berhubungan langsung dengan ekspor. Ekspor kita tergantung smelter dan itu prioritas sekali," katanya.

Meski demikian, Riza menegaskan tidak akan ada pemecatan karyawan guna efisiensi. Menurutnya, karyawan adalah aset yang sangat diperlukan Freeport untuk keberlangsungan operasi.

"Kalau harga komoditas seperti tembaga tidak baik, kita akan pilah proyek prioritas dan tidak. Tapi untuk karyawan tidak, itu prioritas kita," tegasnya.

Riza mengakui, sepanjang semester I-2015, laba dan pendapatan perusahaan secara global mengalami penurunan. Namun, dia enggan menjelaskan berapa detail penurunan pendapatan Freeport di Indonesia.

"Tentunya ada penurunan, secara global juga mengalami penurunan karena harga komoditas tembaga turun. Untuk angkanya kita akan berikan kepada pemerintah sebagai pemegang saham," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin mengakui kalau perusahaannya saat ini sedang menghadapi ujian sangat penting. Di antaranya adalah ketidakpastian tentang perpanjangan operasional pascakontrak karya.

"Saat ini kita sedang menghadapi ujian yang sangat penting dalam sejarah PT Freeport Indonesia," katanya ketika menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke 70 RI di lapangan Sporthall Tembagapura, Timika, Mimika, seperti dilansir Antara, Senin (17/8).

Untuk menghadapi masalah ini, pihaknya mendukung langkah induk perusahaan yakni Freeport Mcmoran mengeluarkan kebijakan 'cost reduction program'.

Maroef mengatakan, perusahaan saat ini juga menghadapi penurunan harga komoditas produk di pasar global. Hal ini berdampak pada menurunnya harga saham perusahaan pada bursa internasional.

Pada saat bersamaan, katanya, perusahaan memerlukan modal investasi yang sangat besar untuk melanjutkan produksi pada "underground mining" (tambang bawah tanah). Demikian pula halnya perluasan atau pengembangan kapasitas smelter di Gresik, Jawa Timur.

Tidak berhenti di situ, kondisi alam berupa perubahan cuaca dampak dari El Nino perlu menjadi fokus antisipasi perusahaan terhadap nilai produksi.

Maroef mengajak semua pihak dalam perusahaan perlu memahami betul kondisi objektif itu dan bersatu-padu mendukung langkah yang diambil manajemen dalam menentukan kebijakan.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP