Bandara Perintis TTU Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Siap Dongkrak Ekonomi Perbatasan
Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara menargetkan Bandara Perintis TTU di Sasi mulai beroperasi Juni 2026, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian wilayah perbatasan dengan Timor Leste.
Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), optimistis Bandara Perintis TTU di Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, akan mulai beroperasi pada Juni 2026. Target operasional ini disampaikan langsung oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, di Kupang pada Sabtu (16/5).
Pembangunan lintasan lapangan terbang perintis ini telah mencapai tahap akhir dan diharapkan rampung sesuai jadwal. Kehadiran bandara ini diproyeksikan menjadi katalisator penting bagi peningkatan perekonomian lokal di wilayah tersebut.
Terutama, bandara ini akan melayani wilayah perbatasan TTU dan Timor Leste, membuka akses transportasi udara yang lebih baik. Bupati Kebo menekankan pentingnya fasilitas ini untuk konektivitas daerah perbatasan yang selama ini masih terbatas.
Peran Strategis Bandara Sasi di Perbatasan
Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo menegaskan bahwa Bandara Sasi memiliki peran strategis vital bagi Kabupaten TTU. Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, aksesibilitas udara menjadi kunci utama untuk berbagai sektor.
Keberadaan bandara ini akan mempermudah mobilitas barang dan jasa, serta mendorong sektor pariwisata dan perdagangan di wilayah tersebut. Koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan, telah dilakukan sejak awal proses pembangunan.
Kementerian Perhubungan telah memberikan persetujuan penuh terhadap pembangunan Bandara Sasi, menunjukkan dukungan pemerintah pusat terhadap proyek ini. Persetujuan ini menjadi dasar kuat bagi kelanjutan proyek infrastruktur penting tersebut.
Proses pembangunan telah berjalan sesuai rekomendasi dan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan. Hal ini memastikan bahwa operasional bandara nantinya akan memenuhi semua persyaratan keselamatan dan teknis yang berlaku.
Detail Teknis dan Rencana Operasional Bandara Perintis TTU
Bandara Perintis TTU dirancang untuk melayani penerbangan komersial perintis dengan landasan pacu awal sepanjang 700 meter. Panjang ini memungkinkan operasional pesawat perintis yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Meski demikian, Bupati Kebo mengungkapkan potensi pengembangan landasan pacu hingga 800 meter di masa mendatang. Perpanjangan ini akan membuka peluang bagi maskapai penerbangan jenis Boeing untuk beroperasi di Bandara Sasi.
Untuk penerbangan perdana, karena belum ada pesawat yang secara reguler masuk, Pemerintah Kabupaten TTU berencana menyewa pesawat. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran operasional awal bandara dan memperkenalkan layanan penerbangan.
Pihak Pemerintah Kabupaten TTU juga telah menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan perintis yang selama ini telah beroperasi di Kupang. Maskapai ini melayani sejumlah bandara di NTT, sehingga memiliki pengalaman relevan dalam penerbangan perintis.
Dampak Ekonomi dan Sejarah Penerbangan
Operasional Bandara Sasi diharapkan membawa dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal di TTU. Peningkatan konektivitas akan memacu sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata di wilayah tersebut.
Selain aspek ekonomi, ada rencana unik terkait manifes penerbangan perdana di Bandara Sasi. Manifes penumpang pertama akan dicatat dan diabadikan dalam sebuah prasasti khusus.
Prasasti ini akan menjadi bagian dari sejarah bandara, mengabadikan nama-nama penumpang pertama yang mendarat di sana. Ini akan menjadi penanda penting bagi perjalanan Bandara Sasi ke depan.
Inisiatif ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga untuk menciptakan nilai historis bagi bandara perintis yang baru beroperasi ini. Hal ini diharapkan menarik perhatian publik dan wisatawan, serta memberikan identitas unik bagi bandara.
Sumber: AntaraNews