Bandara Hasanuddin Siapkan Extra Flight Besar-besaran Hadapi Lonjakan Pemudik Lebaran 2026
Menyongsong Lebaran 2026, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menambah extra flight secara signifikan. Antisipasi lonjakan penumpang mudik Lebaran hingga 5,6% telah disiapkan matang.
Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar bersiap menghadapi lonjakan penumpang. Manajemen bandara telah mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan penambahan penerbangan tambahan atau extra flight secara signifikan. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, mengingat proyeksi peningkatan jumlah penumpang yang cukup besar.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, menyatakan bahwa penambahan penerbangan ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Hal tersebut didasarkan pada proyeksi peningkatan penumpang sekitar 5,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Persiapan matang ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik yang menggunakan transportasi udara.
Peningkatan kapasitas penerbangan menjadi krusial mengingat Bandara Sultan Hasanuddin merupakan salah satu pintu gerbang utama di wilayah timur Indonesia. Koordinasi intensif dengan berbagai maskapai penerbangan telah dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat. Semua upaya ini bertujuan untuk mengantisipasi kepadatan yang mungkin terjadi selama musim mudik Lebaran.
Proyeksi Peningkatan Penumpang dan Pergerakan Pesawat
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memproyeksikan peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang selama periode angkutan Lebaran tahun ini. Total penumpang diperkirakan mencapai 557.229 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 5,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, yang tercatat sebanyak 527.610 penumpang.
Selain jumlah penumpang, pergerakan pesawat di bandara tersebut juga diprediksi akan mengalami kenaikan. Selama masa operasional posko angkutan Lebaran, diperkirakan akan ada sekitar 3.954 pergerakan pesawat. Peningkatan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik menggunakan jalur udara.
Minggus Gandeguai menekankan pentingnya persiapan matang untuk menghadapi angka-angka proyeksi ini. Manajemen bandara telah berkoordinasi erat dengan maskapai penerbangan untuk memastikan ketersediaan kursi yang memadai. Penambahan extra flight menjadi strategi utama untuk menampung lonjakan permintaan tersebut.
Kesiapan Operasional dan Pelayanan Bandara
Berbagai langkah komprehensif telah disiapkan oleh manajemen Bandara Sultan Hasanuddin untuk menjamin kelancaran operasional penerbangan. Persiapan ini mencakup aspek operasional maupun peningkatan kualitas pelayanan. Tujuannya adalah memastikan bandara siap sepenuhnya menghadapi peningkatan trafik penumpang.
Untuk mendukung kelancaran operasional, bandara menyiagakan total 1.254 personel. Personel ini terdiri dari pegawai internal Angkasa Pura Indonesia serta dukungan dari unsur eksternal. Mereka termasuk TNI, Polri, Otoritas Bandara, maskapai, ground handling, dan instansi terkait lainnya, bekerja sama untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Manajemen bandara juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap fasilitas vital. Pengecekan dilakukan pada sisi udara (airside), meliputi runway, taxiway, apron, serta sistem keselamatan dan navigasi penerbangan. Sementara itu, di sisi darat (landside), dilakukan penguatan layanan terminal melalui optimalisasi area check-in, ruang tunggu, serta pengaturan alur pergerakan penumpang untuk menghindari penumpukan.
Puncak Arus Mudik dan Balik serta Posko Terpadu
Puncak arus mudik Lebaran di Bandara Sultan Hasanuddin diperkirakan akan terjadi pada H-3 Lebaran, yaitu tanggal 18 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, proyeksi jumlah penumpang harian diperkirakan mencapai sekitar 37.344 orang. Ini menjadi hari tersibuk yang diantisipasi oleh pihak bandara.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi akan berlangsung pada H+6 Lebaran, atau tanggal 28 Maret 2026. Pada hari tersebut, jumlah penumpang diperkirakan akan mencapai angka yang lebih tinggi, yakni sekitar 39.225 orang. Manajemen bandara telah menyiapkan strategi khusus untuk mengelola kepadatan pada kedua puncak periode ini.
Sebagai pusat koordinasi dan pemantauan, Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran akan beroperasi penuh. Posko ini mulai aktif dari tanggal 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Keberadaan posko ini sangat penting untuk memantau operasional penerbangan dan pelayanan penumpang selama seluruh periode mudik dan arus balik Lebaran, memastikan setiap kendala dapat diatasi dengan cepat.
Sumber: AntaraNews