LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Agus Marto bantah terlibat dalam akuisisi BTN oleh Bank Mandiri

"Saya sudah meninggalkan Bank Mandiri sejak 2010," ujar Agus Marto.

2014-04-21 10:54:57
BTN
Advertisement

Upaya akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) disinyalir ada unsur campur tangan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama BMRI.

Menanggapi pernyataan tersebut, Agus Marto membantah keterlibatannya dalam aksi korporasi tersebut. "Saya sudah meninggalkan Bank Mandiri sejak 2010, terkait hal itu saya belum dapat berkomentar," tegasnya di Gedung BI, Jakarta, Senin (21/4).

Menurutnya, aksi korporasi tersebut sepenuhnya berada di tangan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lantaran kedua perbankan itu merupakan perusahaan pelat merah. "Lembaga tersebut (BTN dan Mandiri) merupakan dua BUMN, mungkin bisa ditanyakan kepada  menteri BUMN sedangkan otoritas (BI) hanya mengawasi secara prudensidal dan menjalankan fungsi kami," jelas dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Bank BTN, Satya Wijayantara mengungkapkan, dugaan tersebut dilihat dari dana akuisisi BBTN berasal dari obligasi rekapitalisasi yang dimilik BMRI.

"Ada peran Agus Marto juga karena kita diakuisisi bukan dengan dana segar dari Mandiri tapi obligasi rekap (obligasi rekapitalisasi) yang nilainya Rp 70 triliun tapi enggak ada pasar yang serap. Karena Agus Martowardojo juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri," kata Satya di Kantor Pusat BBTN, Harmoni, Jakarta Pusat.

Obligasi rekapitalisasi atau obligasi rekap merupakan obligasi diterbitkan pemerintah sehubungan dengan Program Rekapitalisasi Perbankan yang bertujuan untuk mengatasi kesulitan permodalan bank-bank akibat krisis ekonomi akhir tahun 1997. BMRI merupakan salah satu bank penerima obligasi rekap dengan nilai mencapai Rp 70 triliun.

Per Desember 2013, di dalam neracanya, BMRI masih memiliki obligasi rekap senilai Rp 66,16 triliun. Wacana menggunakan obligasi rekap ini untuk membeli bank mulai muncul tahun 2012 lalu.

Baca juga:
Hatta: Rencana peleburan BTN-Bank Mandiri belum final
Lima alasan utama karyawan BTN tak sudi dilebur ke Mandiri
Tak terima akan dilebur ke Mandiri, pekerja BTN lapor Hatta
Giliran Agus Marto dituding di balik peleburan BTN-Mandiri
Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.