ADRO Tambah Anggaran Buyback Saham Jadi Rp5 Triliun
Pembelian Kembali Saham Perseroan sebesar Rp5 triliun sudah termasuk biaya transaksinya dan tidak termasuk biaya untuk komisi pedagang.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melakukan penyesuaian terhadap rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan meningkatkan alokasi dana. Nilai maksimal anggaran kini ditetapkan hingga Rp5 triliun, naik dari sebelumnya sebesar Rp4 triliun.
"Perseroan berencana untuk melakukan Pembelian Kembali Saham Perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp5 triliun. Pembelian Kembali Saham Perseroan akan dilakukan melalui BEI dan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan terhitung setelah tanggal diperolehnya persetujuan rapat umum pemegang saham Perseroan," tulis Manajemen ADRO dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Senin (6/4).
Perubahan Informasi atas Keterbukaan Informasi dalam rangka rencana pembelian kembali saham Perseroan ini dibuat untuk memberikan penjelasan kepada para pemegang saham atas perubahan informasi terkait rencana pembelian kembali saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagaimana telah diumumkan oleh Perseroan pada Keterbukaan Informasi tertanggal 11 Maret 2026.
Maka dengan disampaikannya informasi ini, Perseroan menyampaikan perubahan informasi mengenai beberapa hal. Pertama, jumlah dana yang akan digunakan untuk melakukan Pembelian Kembali Saham Perseroan. Kedua, perkiraan jadwal pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Perseroan.
Ketiga, proforma laba per saham Perseroan setelah rencana Pembelian Kembali Saham Perseroan dilaksanakan dengan mempertimbangkan menurunnya pendapatan yang sebelumnya tercantum pada Keterbukaan Informasi
Pihak Perseroan menjelaskan, dengan asumsi penggunaan dana untuk Pembelian Kembali Saham Perseroan sebesar Rp5 triliun sudah termasuk biaya transaksinya dan tidak termasuk biaya untuk komisi pedagang perantara efek dan biaya lain yang berkaitan dengan Pembelian Kembali Saham Perseroan.
Pengaruh Pembelian Kembali Saham ke Kegiatan Usaha
Pihak ADRO menegaskan, dengan posisi dan kinerja keuangan saat ini, perusahaan berkeyakinan bahwa Pembelian Kembali Saham Perseroan tidak memberikan dampak buruk terhadap kegiatan usaha dan pertumbuhan Perseroan di masa mendatang.
Jika Perseroan menggunakan seluruh anggaran yang dicadangkan untuk Pembelian Kembali Saham Perseroan tersebut sebesar jumlah maksimum, maka jumlah aset dan ekuitas Perseroan akan berkurang sebanyak‐banyaknya Rp5 triliun.
Perseroan berharap dengan dilaksanakannya Pembelian Kembali Saham Perseroan akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham Perseroan serta meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham Perseroan dapat mencerminkan kondisi fundamental Perseroan yang sebenarnya.