Aceh Besar Siapkan Cetak Sawah Baru 123 Hektare Ganti Lahan Terdampak Tol Sigli-Banda Aceh
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berencana cetak sawah baru seluas 123 hektare untuk menggantikan 47 hektare lahan pertanian yang terdampak proyek Tol Sigli-Banda Aceh, sebagai komitmen mendukung swasembada pangan nasional.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Mereka akan segera mencetak sawah baru guna menggantikan lahan pertanian yang terdampak proyek strategis nasional. Langkah ini diambil untuk memastikan produktivitas pangan tetap terjaga di tengah pembangunan infrastruktur.
Inisiatif cetak sawah baru ini menyusul pembangunan Jalan Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) yang menyebabkan alih fungsi lahan. Sebanyak 47 hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di beberapa kecamatan terdampak proyek tersebut. Oleh karena itu, Pemkab Aceh Besar segera mengambil tindakan konkret.
Rencana besar ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar, Bahrul Jamil, di Jantho. Verifikasi persetujuan alih fungsi LP2B telah dilakukan untuk mempersiapkan program ini. Komitmen ini diharapkan dapat memperkuat swasembada pangan di wilayah tersebut.
Dampak Pembangunan Tol Sigli-Banda Aceh
Pembangunan Jalan Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) membawa dampak signifikan terhadap sektor pertanian di Aceh Besar. Proyek infrastruktur vital ini menyebabkan hilangnya 47 hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Lahan-lahan ini tersebar di berbagai kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar, Bahrul Jamil, menegaskan bahwa kehilangan LP2B ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Alih fungsi lahan tersebut memerlukan respons cepat dan terukur. Tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan ketersediaan lahan pertanian produktif.
Kepala Bagian Hukum Setdakab Aceh Besar, Rafzan Amin SH MH, menjelaskan lebih lanjut mengenai kategori lahan yang terdampak. Dari total 47 hektare, 28,24 hektare merupakan LP2B beririgasi. Sementara itu, 19,14 hektare lainnya termasuk dalam kategori lahan non-irigasi.
Rencana Cetak Sawah Baru Lebih Luas
Sebagai respons terhadap alih fungsi lahan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah merencanakan program cetak sawah baru. Program ini bertujuan untuk menggantikan lahan yang hilang dengan area yang lebih luas dan produktif. Total lahan yang akan dicetak mencapai 123 hektare.
Rafzan Amin menambahkan bahwa dari 123 hektare lahan baru tersebut, 84,72 hektare akan memiliki sistem irigasi. Sementara itu, 38,28 hektare sisanya akan masuk dalam kategori lahan non-irigasi. Perencanaan ini menunjukkan upaya komprehensif dalam mengganti kehilangan lahan.
Sebelum program cetak sawah baru ini dilaksanakan, proses verifikasi lapangan akan menjadi tahapan krusial. Verifikasi ini memastikan bahwa lahan yang dipilih sesuai untuk pertanian dan memiliki potensi optimal. Hal ini juga untuk menghindari masalah di kemudian hari.
Upaya ini tidak hanya sekadar mengganti, tetapi juga berpotensi meningkatkan luas lahan pertanian produktif di Aceh Besar. Dengan demikian, diharapkan produksi pangan lokal dapat terjaga bahkan meningkat. Ini adalah langkah strategis untuk masa depan pertanian daerah.
Komitmen Pemkab untuk Swasembada Pangan Nasional
Inisiatif cetak lahan baru untuk Pertanian Pangan Berkelanjutan ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Ini adalah bentuk komitmen kuat dalam mendukung program swasembada pangan Nasional. Pemkab menyadari pentingnya peran daerah dalam ketahanan pangan.
Bahrul Jamil menekankan bahwa komitmen ini bukan hanya sebatas perencanaan. Pemkab Aceh Besar akan mengawal program ini secara maksimal, mulai dari pengawasan hingga distribusi hasil panen. Tujuannya adalah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat petani.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa. Keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian lahan pertanian menjadi kunci. Pemkab Aceh Besar menunjukkan bahwa keduanya dapat berjalan beriringan dengan perencanaan yang matang.
Dengan adanya program cetak sawah baru ini, diharapkan ketahanan pangan di Aceh Besar semakin kuat. Dukungan terhadap petani dan peningkatan produktivitas lahan menjadi prioritas utama. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews