400 Juta Barel Cadangan Dilepas, Mengapa Harga Minyak Tetap Tinggi?\
IEA bersama lebih dari 30 negara telah melepaskan 400 juta barel cadangan minyak darurat, tetapi harga minyak global tetap berpotensi mengalami kenaikan.
Pasar minyak global memberikan sinyal yang jelas bahwa tindakan besar-besaran pelepasan cadangan minyak oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara sekutunya belum cukup untuk mengatasi masalah pasokan energi yang disebabkan oleh perang Iran.
Menurut berita yang dilansir CNBC pada Senin (16/3), lebih dari 30 negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur Laut telah sepakat untuk melepaskan sekitar 400 juta barel minyak ke pasar global. Tindakan ini diambil untuk menahan lonjakan harga energi yang terjadi akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.
Amerika Serikat menjadi pemimpin dalam inisiatif ini dengan melepaskan 172 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR), yang merupakan sekitar 43% dari total cadangan yang dilepas oleh negara-negara anggota International Energy Agency (IEA).
Ini adalah pelepasan cadangan minyak terbesar dalam 50 tahun sejarah IEA, sebuah organisasi yang bertugas melindungi keamanan energi negara anggotanya saat terjadi krisis global. Namun, meski langkah ini diambil, pasar minyak tampaknya belum sepenuhnya yakin bahwa tindakan tersebut akan cukup untuk menstabilkan harga energi.
Harga minyak mentah justru mengalami lonjakan lebih dari 17% sejak IEA mengumumkan rencana pelepasan cadangan darurat pada hari Rabu. Minyak Brent, yang menjadi patokan harga minyak internasional, bahkan ditutup di atas USD100 per barel pada hari Jumat, untuk sesi kedua berturut-turut.
Faktor Utama Penutupan Selat Hormuz
Menurut Tamas Varga, analis dari broker minyak PVM yang berlokasi di London, kenaikan harga minyak disebabkan oleh kondisi geopolitik yang sangat tidak stabil. Serangan terhadap kapal tanker di Teluk Persia dan penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur perdagangan energi terpenting di dunia, menjadi faktor utama yang mengganggu pasokan.
Selain itu, pemimpin tertinggi Iran yang baru juga menegaskan komitmennya untuk menutup jalur strategis tersebut. "Selama jalur pengiriman belum kembali dibuka, pengumuman kebijakan seperti ini hanya akan memberikan dampak terbatas," ungkap Tom Liles, Senior Vice President of Upstream Research di Rystad Energy.
Sebelum terjadinya konflik, negara-negara penghasil minyak seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab mampu mengekspor sekitar 14 juta barel minyak setiap harinya. Namun, saat ini hanya sekitar 5 hingga 6 juta barel per hari yang dapat dialihkan melalui jaringan pipa di Arab Saudi dan UEA menuju Laut Merah dan Teluk Oman. Dengan demikian, sekitar 9 juta barel per hari atau sekitar 10% dari total pasokan minyak global masih terhambat karena harus melewati Selat Hormuz.
Cadangan yang Dilepaskan Tak Cukup Turunkan Harga
Berdasarkan perhitungan sederhana, cadangan darurat sebesar 400 juta barel dapat menutupi kekurangan pasokan selama kurang lebih 40 hari. Namun, menurut Liles, situasi yang sebenarnya jauh lebih rumit.
"Ada batasan jumlah minyak yang bisa dilepas dalam periode tertentu. Tidak mungkin 400 juta barel langsung muncul di pasar secara bersamaan," jelasnya.
Analis dari Bernstein juga mengungkapkan pandangan yang serupa. Dalam catatan yang disampaikan kepada klien pada hari Kamis, mereka menilai bahwa gangguan pasokan akibat perang jauh lebih signifikan dibandingkan dengan jumlah minyak yang dapat dilepas setiap harinya dari cadangan strategis.
Amerika Serikat, contohnya, berencana untuk melepas 172 juta barel dalam jangka waktu 120 hari, yang berarti sekitar 1,4 juta barel per hari. Jumlah ini hanya mencakup sekitar 15% dari total pasokan minyak yang hilang akibat penutupan Selat Hormuz.
Bahkan setelah Presiden AS Donald Trump memberikan izin untuk pelepasan cadangan tersebut, diperlukan waktu sekitar 13 hari agar minyak tersebut benar-benar bisa masuk ke pasar. Sementara itu, IEA belum memberikan rincian mengenai kapan negara anggota lainnya akan mulai melepas cadangan minyak atau berapa jumlah yang akan dilepas.