Surat Cinta Dedi Mulyadi untuk Teh Kokom Tertahan di Kolong, Disangka Berisi Pelet
Kisah ini bermula saat Dedi menitipkan surat tersebut kepada seorang temannya bernama Iyep.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan kisah cintanya di masa muda yang sempat terkubur oleh waktu.
Dalam sebuah momen perbincangan santai, Dedi menceritakan bagaimana ia pernah mengirim surat cinta untuk seorang perempuan bernama Kokom yang hingga kini belum pernah mendapatkan balasan.
Kisah ini bermula saat Dedi menitipkan surat tersebut kepada seorang temannya bernama Iyep. Namun, alih-alih disampaikan, surat itu justru disembunyikan di kolong meja tempat belajar.
"Surat itu memang tidak pernah sampai ke tangan Teh Kokom karena ditaruh di kolong. Iyep yang saya titipi suratnya malah menyimpannya diam-diam," ujar Dedi dengan nada setengah bercanda, seperti dikutip dari akun Tik Tok @dedimulyadiofficial KANG DEDI MULYADI Rabu (3/9).
Lucunya, surat cinta itu sempat diberi minyak wangi oleh Dedi sebelum diberikan kepada Iyep, yang kemudian malah menambahkan minyak wangi lain karena khawatir isi surat mengandung "pellet".
"Teh Kokom sampai takut buka suratnya karena baunya menyengat. Katanya takut ada peletnya. Padahal kalau kepelet sama saya, nggak rugi," canda Dedi.
Salah Sambung ke Teman "Iyep" yang Lain
Dalam ceritanya, Dedi juga mengaku sempat salah menghubungi orang yang dikira Iyep, teman SMA-nya. Ternyata, orang yang dihubungi adalah Iyep lain, teman pengajiannya saat tinggal di Purwakarta, yang bekerja di Indorama. Kesalahan ini baru disadari setelah obrolan terasa tidak nyambung.
"Baru sadar pas ngobrolnya enggak nyambung. Ternyata saya telepon Iyep pengajian, bukan Iyep SMA. Tapi enggak apa-apa, jadi dia dapat rezeki juga, dapat amplop," kata Dedi disambut tawa orang-orang di sekitarnya.
Kenangan Tak Terbalas, Tapi Masih Dikenang
Dedi menegaskan bahwa cerita tersebut adalah nyata, bukan karangan. Ia benar-benar pernah jatuh cinta dan mencoba menyampaikan perasaannya melalui surat. Namun hingga kini, surat cinta itu belum pernah mendapat balasan.
"Surat itu nyata. Sampai sekarang tidak dibalas. Tapi saya dengar, surat pertama yang dibalas oleh Teh Kokom justru dari mahasiswa IAIN Sunan Gunung Jati Bandung," ungkap Dedi, mengakhiri kisah lamanya dengan tawa getir.