Potret Lawas Martabak Zaman Belanda, Ukurannya Bisa Bikin Sekeluarga Kekenyangan
Potret lawas mastabak di zaman dulu, ukurannya ternyata sangat besar.
Sebuah video lawas merekam potret penjual-penjual terang bulan atau martabak manis pada zaman dulu, dibagikan melalui unggahan di akun Tiktok @jhe_link6.
Dalam postingan, terlihat beberapa pria berbaju ptih dengan topi khas-nya menjual martabak manis di pinggir jalan. Lewat keterangan disebutkan jika video itu diambil sekitartahun 1921-an saat Indonesia masih dalam masa penjajahan Belanda.
"1921 Potret penjual terang bulan atau martabak manis Tempoe Doeloe," tulis keterangan video.
Setelah dibagikan, banyak warganet justru dibuat salah fokus (salfok) dengan ukuran martabak manis yang dijual pada masa itu. Sebab ukurannya terlihat nyaris dua kali lipat dari ukuran martabak yang sekarang sering ditemui.
"Salfok sama ukurannya. Dulu beli 1 aja udah bisa buat makan satu keluarga," tulis keterangan.
Ramai Dikomentari
Postingan tersebut pun langsung mendapat beragam komentar dari netizen. Banyak yang ikut dibuat kaget dengan ukuran martabak manis yang dijual pada zaman dulu.
"makanan kegend tetap jadi pilihan faforit setiap org sampai sekarang zaman dulu ukuran nya super jumbo 👍," komen @mamwid***
"Dulu ini makannan para sultan, rakyat kecil tidak bisa membeli, cuman roti kenongan yang bisa ke beli itu pun hari raya 🥺🥺🥺," kata @starl***
"Dulu tahun 90an klo dibeliin bapak martabak setahun 2 kali, tiap ada pasar malem pas pabrik gula mau giling,, kayae dulu martabak terasa enak bgt, tp skrg rasanya biasa aja gak kaya dulu 😌," komen @maske***
"ukuran aslinya emang besar, dulu jaman waktu masih kecil papa beli martabak bisa makan buat kami berlima. sekarang ukurannya kecil sekali, cukup buat makan berdua atau sendiri aja sdh habis," kata @yohan***
Diketahui, jika martabak manis adalah makanan yang diciptakan warga keturuan Tionghoa di wilayah Bangka Belitung. Nama asli makanan ini adalah Hok Lo Pan yang bermakna kue orang Hok Lo.
Kue ini kemudian makin dikenal masyarakat luas hingga ke luar kota Bangka. Dari situ, banyak orang menyebutnya sebagai kue rembulan atau terang bulan karena berbentuk bulat dan berwarna kuning.
Awal diciptakan, topping martabak hanya berupa gula dan wijen sangrai. Tapi seiring perkembangan zaman, taburan untuk martabak semakin bervariasi. Bahkan, sekarang adonannya sudah punya varian rasa kekinian seperti pandan dan red velvet.