Menteri Zionis Komentari Serangan AS-Israel ke Iran, Masih Sempat Fitnah Hamas 'Rampas' Bantuan Kemanusiaan
Komentar tajam menteri zionis soroti serangan AS-Israel ke Iran hingga tuduh Hamas 'merampas' bantuan kemanusiaan Gaza.
Menteri Inovasi, Sains, dan Teknologi Gila Gamliel memberikan komentar terkait serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran selama dua minggu belakangan.
Anggota Kabinet Keamanan Nasional (NSC) tersebut menjelaskan beberapa alasan mengapa Israel gencar menyerang Iran.
Dalam sebuah wawancara via telepon kepada The Jerusalem Post, Gamliel menyebut Israel menargetkan perubahan rezim di Iran adalah solusi untuk mengakhiri konflik. Namun ada beberapa tujuan lain yang juga dipertimbangkan oleh Israel.
Isu nuklir menjadi salah satu alasan yang dikumandangkan Israel dengan tujuan akhir mengganti rezim Ayatollah Ali Khamenei. Menurutnya, di bawah Khamenei, perkembangan senjata nuklir Iran akan sangat mengancam.
“Kami tidak akan pernah membiarkan Iran menjadi negara nuklir, dan oleh karena itu, solusi yang tepat adalah mengganti rezim ini,” sambung Gamliel.
Israel juga gencar menggulingkan doktrin yang menyebut rezim Iran saat ini sangat lemah dan tidak mampu melindungi rakyat Iran.
Cara tersebut dilakukan agar mempercepat rezim Iran saat ini turun. Adapun hubungan keduanya memang sempat mesra sebelum tahun 1979 atau saat Republik Islam Iran belum berdiri di bawah kuasa Mohammad Reza Pahlavi.
Kuat dugaan, Israel ingin mengembalikan hubungan masa lalu dengan Iran agar proyek nuklir Iran tidak benar-benar terlaksana.
"Israel saat ini tidak bermaksud untuk menggulingkan rezim, tetapi rakyat Iran menentang rezim tersebut, dan hari ini kami telah menunjukkan kepada mereka bahwa rezim tersebut sangat lemah,” sambungnya.
Puji Campur Tangan Amerika Serikat
Gamliel juga memuji keputusan Presiden Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang dengan berani memulai pertempuran. Ia juga menyanjung peran Netanyahu yang telah mengidentifikasi ancaman nuklir Iran sejak puluhan tahun yang lalu.
Tujuan awal Israel menyerang Iran adalah untuk menetralkan ancaman nuklir dan rudal balistik. Gamliel menyebut serangan AS pada Minggu (22/6) pagi menunjukkan bahwa tujuan pertama telah tercapai.
Rencana Iran membangun kembali kemampuan tersebut akan memerlukan dana yang besar dari rakyat Iran. Dikhawatirkan akan terjadi pemberontakan dan situasi dalam negeri Iran akan kacau.
"Dalam skenario ini, pemberontakan akan terjadi dengan sendirinya, dan situasi di lapangan sudah di ambang ledakan," kata Gamliel.
Tuduh Hamas 'Rampas' Bantuan Kemanusiaan
Di sela komentarnya terhadap serangan Israel dan AS ke Iran, Gamliel juga menyoroti kondisi perang di Gaza yang saat ini masih terjadi.
Dirinya bahkan masih sempat-sempatnya menuduh Hamas merampas hak masyarakat Gaza untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan.
Menurutnya, Israel sejauh ini masih memiliki 'pekerjaan yang harus dilakukan' untuk menghalangi kemampuan Hamas untuk menyita bantuan kemanusiaan dan menjualnya dengan harga selangit.
Gamliel menepis beragam kritik mengenai banyaknya korban jiwa Palestina di dekat lokasi distribusi bantuan.
Ia bahkan menuduh Hamas sebagai teroris yang terus berupaya mengganggu distribusi bantuan kemanusiaan oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung Israel dan AS.