LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Mengapa Pohon Asam Banyak Ditanam di Pinggir Jalan? Ternyata Ini Sejarahnya

Berikut ini adalah alasan mengapa pohon asam ditanam di pinggir jalan oleh Pemerintah Belanda.

Jumat, 25 Okt 2024 14:25:00
trending
Pohon Lita, Pohon Pulai membungkus pohon Asam di Sirkuit Samota. (Liputan6.com/Hans Bahanan) (@ 2023 merdeka.com)
Advertisement

Pohon asam adalah pohon yang sering dijumpai di pinggir jalan. Ternyata, penanaman pohon asam di pinggir jalan sudah dilakukan sejak zaman Belanda. Pemilihan pohon asam ternyata bukanlah sembarangan.

Pohon asam memiliki beberapa keunggulan yang baik dibandingkan dengan pohon lain untuk tumbuh di pinggir jalan. Seperti batang yang kuat, tidak mudah roboh saat ada angin kencang, dan buahnya yang tidak mengganggu pengendara.

Selain itu, pohon asam juga memiliki filosofi yang kental dengan masyarakat Indonesia. Bagaimana uraian lengkapnya? Simak ulasannya sebagai berikut.

Pohon Asam Sebagai Peneduh Jalan

Mengutip dari artikel Jurnal Universitas Trunojoyo, Pemerintah kolonial Belanda memilih pohon asam (Tamarindus indica) sebagai pohon peneduh di sepanjang jalan utama di Indonesia karena berbagai keunggulan yang sesuai dengan lingkungan tropis. 

Advertisement

Pohon ini memiliki daun kecil, kanopi yang rimbun, serta akar dan ranting yang kuat. Daun kecilnya tidak mudah gugur, sehingga meminimalkan sampah di jalan. Selain itu, akar dan batang yang kokoh membuatnya tahan terhadap angin kencang serta guncangan lalu lintas. 

Pohon ini juga tidak akan merusak infrastruktur jalan, sehingga cocok untuk lingkungan perkotaan dan jalur lalu lintas padat. Berbeda dengan beberapa pohon yang akarnya bisa merusak jalan.

Advertisement

Nilai Tambah dari Buah dan Estetika Pohon Asam

Selain sebagai peneduh, pohon asam memberikan nilai tambah dari sisi estetika dan manfaat buahnya. Bentuk pohonnya yang rimbun memberikan keteduhan dan tampilan yang estetis, sehingga mempercantik pemandangan di sepanjang jalan. 

Buah asam, meskipun tidak selalu dikonsumsi langsung, bermanfaat sebagai bahan masakan dan obat tradisional. Kandungan asam yang tinggi dalam buah ini jarang membuatnya diperebutkan, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan di bawahnya jika jatuh. 

Dalam sejarahnya, buah ini juga mudah diakses oleh para tentara kolonial yang lewat, menyediakan sumber makanan segar yang praktis. Pohon asam terbukti menjadi pilihan tepat bagi kolonial Belanda untuk memenuhi kebutuhan peneduh yang fungsional, tahan lama, dan estetis.

Filosofi Pohon Asam

Pohon asam dalam Bahasa Jawa berasal dari kata nengsem atau nengsemake yang artinya menyenangkan. Daunnya yang lebar juga disebut sebagai sinom memiliki makna muda. Pohon asam identik dengan masa muda yang menyenangkan.

Dalam cerita pewayangan, kayu pohon asam biasanya digunakan sebagai bahan untuk membuat tusuk konde Werkudara atau Bima. Penggunaan tusuk konde dari kayu asam sehingga menjadi simbol bahwa sifat Werkudara adalah menyenangkan.

Advertisement

Pesan yang tersirat dari filosofis dari tumbuhan asam jawa dapat mengingatkan agar selalu menunjukkan perilaku yang menyenangkan dalam kehidupan sehari-hari, selalu melakukan kebaikan, dan menjauhi kebiasaan buruk.

Berita Terbaru
  • Wagub Jabar Jenguk Wanita yang Disekap Kekasihnya, Minta Warga Tak Sebar Foto Korban
  • Ketidakpastian Global Tinggi dan Kompleks, Butuh Penguatan Risk Intelligence di Sektor Keuangan RI
  • Mendagri Tito: Optimalisasi Program Perumahan Rakyat Bakal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
  • Silang Pendapat Uang Korupsi Bupati Bekasi: Kubu Ade Kuswara Klaim Utang, Jaksa Tegaskan Uang Pengaturan Proyek
  • Dugaan Pelecehan Seksual SPG Luwes Solo, Polisi Periksa Saksi dan Panggil Terduga Pelaku
  • belanda
  • berita paham
  • pohon asam
  • sejarah
  • trending
Artikel ini ditulis oleh
Editor Endang Saputra
M
Reporter Muhammad Farih Fanani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.