Kesaksian Bule Inggris Dulu Benci Bukan Main Sama Islam, Setelah Mempelajari Langsung Jatuh Cinta & Mualaf
WNA Inggris ceritakan pengalamannya pernah benci Islam hingga putuskan jadi mualaf.
Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris bernama Robert Carter menceritakan perjalanan dirinya menjadi seorang mualaf melalui video yang diunggah di akun X @Bob_cart124.
Dalam videonya, Robert mengungkap jika dulunya dia pernah sangat membenci Islam.
"Saya dulu pernah membenci Islam," kata Robert mengawali videonya.
Robert menjelaskan, kebenciannya terhadap Islam dikarenakan sebagian besar orang-orang di lingkungannya menganggap Islam sebagai agama asing yang penuh ancaman. Hal itulah yang membuat dirinya mengaku selalu was-was terhadap ajaran Islam.
"Saya (dulu) melihat (Islam) melalui sudut pandang kaum nasionalis sayap kanan ekstrem. Saya melihat (Islam) sebagai agama asing, agama teroris yang menjadi ancaman bagi semua yang kita perjuangkan di sini, di Barat," kata Robert dalam videonya.
Tanpa mencari tahu ataupun mempelajari lebih dulu, Robert mengakui jika dia langsung mengadopsi keyakinan-keyakinan orang di lingkungannya hingga membuat dirinya membenci Islam. Bahkan, dia mengaku selalu waspada ketika bertemu dengan seorang Muslim.
"Setiap kali saya bertemu seorang Muslim, saya langsung merasa curiga, khawatir, dan bahkan dengan cara yang rasis, tidak terlalu menyukai mereka sejak awal," ungkapnya.
Putuskan Mualaf
Titik balik perubahan pemahamannya tentang Islam dimulai saat Robert masuk ke sekolah menengah. Di sana dia mulai bertemu banyak orang dengan berbagai latar yang berbeda-beda, termasuk orang-orang beragama Islam.
"Butuh waktu bertahun-tahun bagi saya untuk keluar dari gelembung Inggris tempat saya dibesarkan tetapi akhirnya hambatan mulai runtuh hanya dengan berteman dan bermain sepak bola dan hal-hal semacam itu di taman bermain sekolah," ungkapnya.
Sejak saat itu, Islam menjadi agama yang justru membuat dirinya penasaran dan ingin mengetahui lebih dalam. Robert lalu memutuskan menjadi seorang mualaf dan resmi memeluk agama Islam saat berusia sekitar 17 tahun.
"Saya dulu sangat membenci Islam, tetapi setelah mempelajari agama ini dan apa yang sebenarnya diajarkan dan dikhotbahkannya, saya akhirnya memeluk agama yang indah ini," ungkapnya.
"Saat bersyahadat, saat itu saya berusia sekitar 16-17 tahun, dan sejak itu saya menjadi seorang Muslim yang sangat baik, bahagia, dan mapan serta berperan dalam komunitas saya sendiri di sini," tambahnya.
Di akhir videonya, Robert lalu memberi saran kepada siapa saja yang ingin mempelajari Islam untuk lebih baik bertanya dengan orang yang benar-benar memiliki ilmu dan pengetahuan mengenai agama tersebut.
"Jangan mencari di berita atau media sosial. Al-Qur'an itu hanya benar dalam bahasa Arab, tetapi telah diterjemahkan di seluruh dunia. Jadi pergi ke luar sana, ambil versi yang telah diterjemahkan, dan baca," kata Robert.
"Jangan bergantung pada orang dungu yang membenci Islam, menyebarkan penipuan, dan mencoba memalingkan Anda dari kebenaran. Karena saya bisa memberitahu Anda dari pengalaman pribadi saya, Islam adalah Kebenaran," pungkasnya.
Setelah dibagikan, unggahan Robert itupun kemudian banyak dibagikan ulang salah satunya oleh akun X @Piyusaja2 dan juga mendapat beragam komentar dari warganet.