LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Intelijen AS Ungkap Iran Tak akan Tumbang, Amerika Kalah Total?

Setelah dua minggu pasca pengeboman dan pembunuhan pemimpin tertingginya, Iran dilaporkan masih mampu mempertahankan pemerintahannya.

Jumat, 13 Mar 2026 11:08:00
amerika serikat
Insiden Tak Terduga, Donald Trump Sampai Gelengkan Kepala (YOUTUBE)
Advertisement

Laporan-laporan intelijen dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa kepemimpinan Iran masih mampu mempertahankan kontrol atas negara tersebut. Hal ini diungkapkan oleh beberapa sumber yang mengetahui situasi tersebut kepada kantor berita Reuters.

Setelah dua pekan serangan gabungan antara AS dan Israel yang menargetkan Iran, termasuk serangan yang mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei, salah satu sumber menyatakan kepada Reuters bahwa terdapat analisis yang konsisten yang menunjukkan bahwa rezim Iran tidak berada dalam ancaman untuk runtuh dan pemerintah tetap menguasai publik di Iran.

Menyusul sejumlah laporan intelijen yang menyimpulkan hal tersebut, di mana laporan terbaru muncul dalam beberapa hari terakhir, langkah Presiden Donald Trump untuk menghentikan pengeboman bisa jadi merupakan kegagalan besar bagi pemerintahannya. Trump menyatakan kepada CBS pada Senin (9/3) bahwa operasi militer akan berakhir "segera, sangat segera".

AS Tak Punya Rencana Jelas di Iran

Seorang wanita memegang poster Ayatollah Mojtaba Khamenei bersama foto mendiang Ayatollah Ali Khamenei saat unjuk rasa dukungan di Teheran Iran Senin 9 Maret 2026. AP Photo/Vahid Salemi

Laporan-laporan ini muncul setelah beberapa senator dari Partai Demokrat memberikan komentar setelah mengikuti pengarahan tertutup dari pejabat pemerintahan Trump pada Selasa (10/3). Mereka mengungkapkan bahwa AS "tidak memiliki rencana" yang jelas di Iran dan penilaian awal dari Badan Intelijen Pusat (CIA) sebelumnya menyimpulkan bahwa jika para pemimpin Iran dihilangkan, kelompok yang lebih radikal mungkin akan muncul.

Advertisement

Intervensi militer yang dilakukan oleh Trump, yang hingga saat ini telah menyebabkan kematian sedikitnya tujuh tentara AS dan melukai 140 lainnya, memicu reaksi keras dari sebagian pendukungnya. Di sisi lain, harga minyak melonjak setelah Iran memblokir Selat Hormuz, jalur strategis yang dilewati sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia. Jika pemerintahan Republik Islam Iran tidak berhasil digulingkan, situasi ini bisa menambah tekanan lebih lanjut terhadap Gedung Putih.

Para senator yang mendapatkan pengarahan dari pejabat AS juga menegaskan bahwa "perubahan rezim" bukanlah salah satu tujuan dari konflik ini. Dalam laporan terpisah, Reuters menemukan bahwa para pejabat Israel tidak yakin akan adanya pemberontakan dari masyarakat Iran maupun kemungkinan runtuhnya pemerintahan negara tersebut, yang baru-baru ini menunjuk pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi sebelumnya.

Advertisement

Sikap Pemerintah AS Berubah-ubah

Sumber lain menegaskan bahwa Israel tidak berniat membiarkan bentuk pemerintahan Iran bertahan. Namun, mereka juga menyatakan bahwa untuk berhasil menggulingkan rezim tersebut, kemungkinan akan diperlukan pengerahan pasukan darat, sesuatu yang belum dikesampingkan oleh AS.

Pemerintahan Trump sebelumnya telah memberikan beberapa alasan untuk memulai Operasi Epic Fury, operasi militer yang sedang berlangsung terhadap Iran, yang mencakup tindakan membela diri terhadap ambisi nuklir Iran dan kesempatan untuk membebaskan rakyat Iran.

Namun saat ini, di tengah peringatan dari Iran bahwa harga minyak bisa melonjak jauh lebih tinggi, operasi militer terbesar AS sejak tahun 2003 tersebut tampaknya sudah menghadapi berbagai kesulitan. Pemerintah AS juga menyampaikan pesan yang saling bertentangan mengenai langkah selanjutnya.

Advertisement

Sehari sebelum Trump berjanji bahwa perang akan segera berakhir, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan kepada CBS, "Ini baru permulaan."

Berita Terbaru
  • Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Persagi atas Percepatan Penurunan Stunting Jawa Timur
  • Menteri Kebudayaan Harap Perguruan Tinggi Bangun Museum Edukatif, Dorong Pelestarian Sejarah Institusi
  • Ekspor Ikan Natuna Mampu Bersaing di Pasar Global, Buktikan Kualitas Unggul
  • Kemendikdasmen Apresiasi Swasta Tingkatkan Keterampilan Guru Menulis untuk Transformasi Pendidikan
  • Plt Bupati Kuansing Tunjuk Plh Sekda, Pastikan Roda Pemerintahan Berjalan Normal
  • amerika serikat
  • berita update
  • iran
  • iran diserang as
  • perang iran
  • perang iran vs israel dan as
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.