Bawa Duit Segepok Pecahan Rp100 Ribu, Wakil Walikota Bogor Malam-malam Datangi Rumah Kepsek Untuk Bayarin Siswi yang Tidak Bisa Ujian
Nabila dibantu oleh Wakil Wali Kota untuk melunasi semua utang di sekolah.
Kasus siswi di Bogor yang tidak bisa ikut ujian karena menunggak pembayaran sekolah mencuat ke permukaan. Kali ini, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin langsung turun tangan untuk menangani masalah tersebut.
Siswi tersebut bernama Nabila. Jenal Mutaqin bersama dengan orang tua Nabila datang menemui kepala sekolah dan wali kelasnya untuk duduk bersama. Mereka membicarakan tentang pemenuhan hak Nabila agar bisa mengikuti ujian.
Jenal Mutaqin sampai membawa uang segepok sebagai syarat dari sekolah yang meminta agar orang tua Nabila segera melunasi hutang pembayaran sekolah anaknya. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Wakil Wali Kota Bogor Datangi Rumah Kepala Sekolah
Momen itu diunggah dalam sebuah video di channel Youtube Kang Jenal Mutaqin. Dalam video tersebut Wakil Wali Kota Bogor bersama dengan Lurah, orang tua Nabila, dan aparat mendatangi rumah kepala sekolah yang melarang Nabila ikut ujian sekolah.
Wakil Wali Kota menjelaskan maksud tujuannya datang ke rumah, dan mengatakan jika ia ingin agar Nabila tidak dilarang untuk mengikuti ujian. Pasalnya, pelarangan ujian itu sudah melanggar hak anak untuk menempuh pendidikan.
“Jadi saya mohon arahan berapa utangnya. Saya tidak ingin ada anak sekolah putus sekolah apalagi tidak boleh ikut ujian,” ucap Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.
Selain itu, Jenal juga menjelaskan jika kondisi orang tua Nabila memang memprihatinkan. Ayahnya sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang parkir yang mendapatkan penghasilan tidak seberapa.
Jenal juga menawarkan ayah Nabila untuk bekerja di Balai Kota sebagai tukang sapu. Tujuannya agar ia bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik dibandingkan sebagai tukang parkir.
“Ya kondisinya memang bapaknya parkir. Rumahnya ngontrak. Bahkan besok saya suruh kerja ke balai kota. Sapu-sapu Balai Kota. Saya peduli pak,” jelas Wakil Wali Kota.
Diberi Uang Segepok
Setelah mendengarkan masalah yang dijelaskan oleh guru sekaligus wali kelas Nabila, Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin sembari menghitung uangnya langsung menyerahkan uang tersebut kepada pihak sekolah.
Tujuannya, agar semua utang-utang orang tua Nabila di sekolah tersebut bisa lunas, dan selanjutnya Nabila bisa mengikuti ujian sesegera mungkin.
“Saya datang ke sini tidak untuk debat, saya hanya ingin melunasi hutang Nabila. Ini Rp5 juta dihitung dulu pak,” ucap Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.
Setelah itu, kepala sekolah dan wali kelas kemudian memberikan izin kepada Nabila untuk mengikuti ujian dengan cara mengambil soal di sekolah untuk dikerjakan di rumah.
“Mohon izin bapak saya terima uangnya. Kalau misalkan memang besok mau harus disampaikan ke rumahnya. Nanti mungkin dari pihak keluarga datang ke sekolah untuk mengambil soal,” ucap wali kelas Nabila.
Bersama dengan rombongan, Jenal Mutaqin kembali ke rumah untuk menemui Nabila. Di sana, ia menyampaikan hasil dari pertemuan dengan kepala sekolah, bahwa Nabila sudah boleh ikut ujian, dan utang orang tua Nabila sudah dilunasi.
“Jadi intinya besok sudah bisa ujian, soalnya nanti bisa diambil sama bapak kamu ujian di rumah saja sampai beres,” kata Jenal Mutaqin. “Nanti ibu yang ambil soalnya ya. Utang ibu juga sudah saya beresin sampai lulus,” lanjutnya.
Kasus Siswi Tidak Bisa Ikut Ujian Sekolah
Sebelumnya, kasus Nabila yang tidak bisa ikut ujian sekolah di Bogor cukup panjang. Nabila mengaku sejak kelas 7 ia memang sudah ada tunggakan di sekolah. Namun, sebetulnya, kedua orang tuanya sudah mencicil.
“Mama sama Pak RW juga ke sekolah, minta kebijakan tapi tetap enggak diizinkan. Ayah juga sudah berusaha bayar cari pinjaman ke teman-temannya. Tapi enggak dapat,” kata Nabila.
Karena masih banyak kekurangan, pihak sekolah tetap tidak mengizinkan Nabila untuk ikut ujian sekolah. Nabila mengunggah keluhan itu ke media sosial, dan memancing Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin untuk turun tangan.
Unggahan Nabila itu pun viral dan ia sempat mendapatkan ancaman dari wali kelas. Nabila diminta untuk menghapus unggahan tersebut atau ia akan dilaporkan ke polisi karena mencemarkan nama baik sekolah.
Mendengar keluhan dan kesulitan itu, Wakil Wali Kota langsung bertindak dan membereskan semua masalah yang dialami oleh Nabila. Ia sempat menelpon Bupati Bogor dan meminta agar masalah Nabila dituntaskan.