Anaknya Tewas Tak Wajar, Ayah Prada Lucky Murka: Hukumannya Cuma Dua, Mati atau Pecat
Serma Christian Namo menegaskan bahwa ia tidak akan menerima hukuman ringan bagi pelaku yang diduga menganiaya putranya.
Duka mendalam dan amarah masih menyelimuti keluarga Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit TNI yang meninggal dunia secara tragis diduga akibat penganiayaan oleh seniornya. Ayah korban, Sersan Mayor (Serma) Christian Namo, meluapkan kemarahannya dan menuntut keadilan penuh bagi anaknya.
Terlihat divideo akun Tik Tok majeliskopi08.id, Serma Christian Namo menegaskan bahwa ia tidak akan menerima hukuman ringan bagi pelaku yang diduga menganiaya putranya hingga tewas.
"Hukuman cuma dua, ingat ya. Hukuman cuma dua buat anak saya, hukuman mati dan pecat. Tidak ada di bawah itu. Nyawa saya taruhan. Tentara saya lepas," tegasnya dengan suara bergetar, seperti dikutip merdeka.com, Jumat (8/8).
Ia juga menyampaikan akan menempuh jalur hukum dan menggunakan haknya sebagai warga negara untuk mencari keadilan.
"Saya pakai jalur hak asasi manusia. Saya tuntut pakai hak saya sebagai manusia. Ini sudah nyawa, bukan soal aturan atau keadilan semu. Nyawa!" ujarnya dengan nada tinggi.
Serma Christian, yang juga seorang prajurit aktif TNI, menegaskan tindakannya ini bukan sekadar dorongan emosional sebagai orangtua, tetapi juga panggilan moral untuk menolak kekerasan dalam institusi militer.
"Saya tentara. Saya tahu aturan. Tapi ini soal nyawa anak saya. Tanda menurut saya. Merah Putih. Jelas," katanya.
Sebelumnya, Prada Lucky, prajurit yang bertugas di Kodim 1627/Rote Ndao, dilaporkan meninggal dunia usai diduga mengalami kekerasan fisik di lingkungan barak. Penyelidikan internal tengah dilakukan oleh pihak TNI, dan Kodam IX/Udayana telah menegaskan akan menindak tegas siapapun yang terbukti bersalah, sesuai hukum militer yang berlaku.