3 Strategi LG Genjot Bisnis B2B
Fokus utama diarahkan pada kategori Information Display yang meliputi TV Hotel, Commercial TV, serta teknologi layar premium LG MAGNIT.
PT LG Electronics Indonesia (LG) mengumumkan tiga langkah strategis untuk memperkuat posisi bisnisnya di segmen Business-to-Business (B2B) pada kuartal akhir tahun ini.
Fokus utama diarahkan pada kategori Information Display yang meliputi TV Hotel, Commercial TV, serta teknologi layar premium LG MAGNIT.
Agustian Yusetia, Business Head of Information Display LG Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa strategi tersebut meliputi perluasan lini produk inovatif, peningkatan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta jalinan kemitraan dengan mitra global.
“Ketiga langkah besar ini menjadi kunci utama LG dalam memperluas dominasi di pasar,” ujarnya.
Dari sisi inovasi, LG menghadirkan berbagai produk baru. Untuk hotel, LG meluncurkan TV UK760H berteknologi NanoCell dengan resolusi 4K UHD yang dilengkapi sistem manajemen konten Pro:Centric dan fitur smart TV dengan dukungan Google Cast.
Sementara di kategori Commercial TV, LG menawarkan layar 75–100 inci dengan teknologi NanoCell dan QNED EVO MiniLED yang dirancang untuk ruang publik dan edukasi.
Produk unggulan lain, LG MAGNIT All-in-One, hadir dengan layar 136 inci berbasis Micro LED yang menyasar ruang pertemuan korporat.
Selain itu, LG juga memperkuat produksi dalam negeri melalui pabrik di Cibitung yang telah memproduksi berbagai perangkat Information Display.
Perusahaan menargetkan pencapaian TKDN minimal 40 persen dengan dukungan pusat R&D seluas 40.000 meter persegi dan lebih dari 198 service center di seluruh Indonesia.
Di sisi kemitraan, LG menggandeng distributor global Ingram Micro untuk memperluas jaringan pemasaran dan distribusi produk Information Display.
Kerja sama ini diharapkan meningkatkan kapabilitas layanan sekaligus membuka peluang kolaborasi baru dengan berbagai mitra bisnis di tanah air.
Dengan strategi tersebut, LG optimistis dapat memperkuat ekosistem teknologi nasional dan menjadi rujukan utama untuk kebutuhan media penampil di sektor komersial Indonesia.