Terungkap! Ini Alasan Presiden Prabowo Tunjuk Amran Sulaiman Kepala Bapanas Rangkap Jabatan
Mensesneg Prasetyo Hadi jelaskan alasan Presiden Prabowo menunjuk Amran Sulaiman Kepala Bapanas merangkap jabatan, sebut efisiensi dan sinergi Kementan-Bapanas
Mensesneg Prasetyo Hadi baru-baru ini menjelaskan keputusan penting Presiden Prabowo Subianto. Keputusan tersebut adalah menunjuk Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman untuk merangkap jabatan sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). Penunjukan ini menggantikan Arief Prasetyo Adi dalam upaya memperkuat tata kelola pangan nasional yang lebih terpadu.
Penjelasan ini disampaikan oleh Prasetyo di kediaman Presiden Prabowo, kawasan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu malam. Ia mengungkapkan bahwa langkah tersebut diambil mengingat fungsi dan tugas Bapanas yang memiliki keterkaitan erat dengan Kementerian Pertanian. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang lebih baik dan efisien antara kedua lembaga vital tersebut.
Keputusan resmi ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) nomor 116/P tahun 2025 yang telah ditandatangani oleh Kepala Negara pada 9 Oktober 2025. Dengan Amran Sulaiman Kepala Bapanas, diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam stabilitas pangan nasional. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi koordinasi serta implementasi program pangan di seluruh Indonesia.
Sinergi Kementan dan Bapanas Jadi Kunci Penunjukan Amran
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penunjukan Amran Sulaiman Kepala Bapanas didasarkan pada alasan kuat untuk optimalisasi. Fungsi dan tugas Bapanas sebelumnya memang berada di bawah koordinasi Kementerian Pertanian secara historis. Oleh karena itu, penunjukan Mentan Amran dianggap sebagai langkah yang logis dan efisien untuk mengintegrasikan kebijakan pangan dari hulu ke hilir.
“Jadi begini, bahwa sebenarnya fungsi dari tugas badan pangan itu kan dulu memang ada di Kementerian Pertanian dan karena mas Arief sedang ingin kita tugaskan di tempat yang lain, maka kemudian fungsi itu langsung dijabat oleh Menteri Pertanian,” ujar Prasetyo. Koordinasi antara Bapanas dan Kementan selama ini telah berjalan selaras dan produktif. Ini menjadi dasar pertimbangan utama Presiden Prabowo dalam mengambil keputusan strategis ini demi ketahanan pangan.
Dengan Amran Sulaiman Kepala Bapanas merangkap jabatan, diharapkan tidak ada lagi tumpang tindih kebijakan dan birokrasi. Sinergi yang lebih kuat akan tercipta dalam pengelolaan pangan nasional, mulai dari produksi hingga distribusi. Hal ini selaras dengan pernyataan Prasetyo bahwa "Mentan dan Bapanas selalu berjalan beriringan" selama ini, kini dengan kepemimpinan yang terpadu.
Fokus Pemerintah pada Perbaikan Manajemen Pangan dan Cadangan Beras
Terkait isu menurunnya mutu beras di pasaran, Mensesneg Prasetyo menyebut bahwa belum ada laporan langsung kepada Presiden. Meskipun demikian, pemerintah tetap menjadikan masalah ini sebagai perhatian utama yang serius. Perbaikan manajemen penyimpanan dan gudang beras menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar lagi demi menjaga kualitas pasokan.
“Memang itu menjadi fokus Kementan dan teman-teman di Bulog bagaimana memperbaiki manajemen penyimpanan," kata Prasetyo. "Gudang-gudang kita perlu perbaikan dan penambahan, termasuk pembangunan gudang baru di 100 tempat.” Inisiatif ini menunjukkan komitmen serius pemerintah untuk modernisasi infrastruktur pangan. Penunjukan Amran Sulaiman Kepala Bapanas diharapkan dapat mempercepat realisasi program ini.
Presiden juga telah menginstruksikan dukungan dari TNI dan Polri untuk membantu pembangunan gudang inovasi pangan di berbagai daerah. Koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri juga diperkuat secara intensif. Tujuannya agar penguatan cadangan pangan dapat menjangkau hingga ke tingkat desa, memastikan distribusi yang merata.
“Sentra-sentra penghasil pangan untuk kita galakkan kembali seperti dulu," tambah Prasetyo. "Kita harus punya lumbung pangan atau lumbung padi di setiap desa masing-masing sehingga kita betul-betul mandiri pangan.” Visi ini, yang kini diemban Amran Sulaiman Kepala Bapanas, menekankan pentingnya otonomi pangan lokal. Ini adalah strategi jangka panjang untuk mencapai kemandirian pangan yang berkelanjutan di seluruh pelosok negeri.
Sumber: AntaraNews