Sinyal PDIP Gabung Pemerintahan, Partai Koalisi Tegaskan Ikut Arahan Prabowo
Pertemuan antara Prabowo dan Megawati jangan selalu dipandang sebagai langkah politik. Sebab, silaturahmi merupakan adat bangsa Indonesia.
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, menjadi sinyal PDIP akan bergabung ke pemerintahan.
Lalu, bagaimana tanggapan partai-partai koalisi pemerintahan?
Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron menegaskan, partainya mengikuti arahan Prabowo sebagai pimpinan koalisi jika membuka pintu bagi PDIP gabung di pemerintahan.
"Terkait apakah memang ada kemungkinan merapat ke KIM Plus kedepanya, hal ini sepenuhnya menjadi otoritas Presiden Prabowo sebagai pemimpin koalisi," kata Herman, saat dikonfirmasi, Kamis (10/4).
Dia pun meminta, pertemuan antara Prabowo dan Megawati jangan selalu dipandang sebagai langkah politik. Sebab, silaturahmi merupakan adat bangsa Indonesia.
"Presiden memahami betul bahwa persatuan dan keutuhan antar tokoh bangsa menjadi pondasi yang penting dalam pembangunan nasional, serta jalan mewujudkan mensejahterakan rakyat. Oleh karena itu, silaturahmi ini jangan selalu dipandang dalam perspektif dan langkah politik," ujarnya.
Energi Positif untuk Bangsa
Sementara itu, Juru Bicara PKS Ahmad Mabruri menilai pertemuan Prabowo dengan Megawati menjadi energi positif bagi bangsa Indonesia.
"Silaturahmi Pak prabowo dengan ibu Megawati sangat baik, terlebih dalam suasana Idul Fitri. Pertemuan kedua tokoh, insyaallah menjadi energi yang positif untuk bangsa," kata Mabruri.
Perihal, sinyal PDIP bergabung dengan Pemerintahan, PKS menegaskan akan mendukung apapun keputusan Prabowo. Termasuk jika membuka pintu bagi PDIP di pemerintahan.
"Kita ikut pak Presiden Prabowo. Yang terbaik buat Indonesia kita akan dukung," imbuhnya.