Prabowo Sudah Bertemu dengan Ketum Partai Bahas RUU Perampasan Aset, Ini Hasilnya
Presiden Prabowo Subianto telah berkomunikasi dengan para ketua umum (ketum) partai politik mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah berkomunikasi dengan para ketua umum (ketum) partai politik mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
"Menteri Sekretaris Negara juga sudah menyampaikan bahwa Presiden dalam hal ini sudah berkomunikasi dengan seluruh Ketua-Ketua Umum Partai Politik," ujar Supratman kepada wartawan di kantor Kemenkum, Rabu (14/5).
RUU Perampasan Aset sempat menjadi atensi lagi oleh Presiden Prabowo yang merupakan bagian dari program Asta Cita dalam pemberantasan korupsi. RUU itu sendiri padahal sempat tidak masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) di DPR.
Supratman mengatakan, Presiden mendukung penuh agar RUU Perampasan Aset dapat segera dirampungkan. Dia juga mengakui suatu undang-undang tidak terlepas dari produk politik.
"Presiden sudah mengatakan, beliau mendukung untuk sesegera mungkin undang-undang perampasan aset itu bisa diselesaikan. Tetapi di lain sisi saya selalu sampaikan bahwa yang namanya produk undang-undang itu adalah produk politik," kata dia.
Supratman melanjutkan Kemenkum saat ini tengah berdiskusi dengan anggota parlemen perihal RUU tersebut agar nantinya dapat selesai secara perlahan.
"Nanti kita lihat apa yang menjadi keputusan kita dalam penyusunan prolegnas yang akan datang. Apakah akan tetap menjadi inisiatif pemerintah atau kemungkinan untuk lebih cepatnya ini bisa menjadi inisiatif DPR," terang dia.
"Jadi ini pilihan-pilihan, nanti kita lihat. Saya sudah minta kepada Direktur Jenderal Perundang-Undangan yang bertanggung jawab yang mengurus prolegnas untuk sesegera mungkin berkoordinasi dengan badan legislasi di Parlemen," Supratman menandaskan.
Prabowo Dukung RUU Perampasan Aset
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, komitmennya dalam pemberantasan korupsi hingga ke akar-akarnya. Prabowo mengaku heran ada demonstrasi yang mendukung koruptor.
Hal itu disampaikannya saat menyampaikan pidatonya di perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (1/5). Dia menyatakan dukungannya terhadap RUU Perampasan Aset.
"Saya mendukung Undang-Undang Perampasan Aset. Enak aja, sudah nyolong enggak mau kembalikan aset. Gua tarik ajalah itu," kata Prabowo, Kamis (1/5).