Mengelola 1,5 Juta Hektar, Agrinas Palma Diharap Komisi VI Jadi Motor Kemandirian Energi Nasional
Komisi VI DPR RI menaruh harapan besar pada PT Agrinas Palma Nusantara sebagai pengelola 1,5 juta hektar lahan sawit untuk wujudkan kemandirian energi Indonesia. Bagaimana strateginya?
Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menaruh harapan besar kepada PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) untuk menjadi motor penggerak kemandirian energi nasional. Perusahaan ini diharapkan dapat menjalankan mandat pengelolaan lahan sawit negara secara optimal dan akuntabel. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama jajaran Direksi dan Komisaris PT Agrinas Palma Nusantara.
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, menegaskan pentingnya peran Agrinas Palma Nusantara dalam mencapai agenda besar pemerintah. Agenda tersebut meliputi swasembada pangan, swasembada energi, serta penyaluran subsidi yang tepat dan bebas korupsi. Mandat ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto saat pelantikan periode 2024-2029.
Transformasi PT Indra Karya menjadi PT Agrinas Palma Nusantara melalui PP Nomor 3 Tahun 2025 menjadi langkah strategis pemerintah. Perubahan status ini disusul oleh surat Kementerian BUMN dan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM pada 21 Februari 2025. Dengan mandat baru, Agrinas Palma Nusantara kini bertugas mengelola lahan perkebunan sawit negara sekaligus mendukung produksi energi terbarukan, khususnya biodiesel.
Mandat dan Transformasi Agrinas Palma Nusantara
Pembentukan Agrinas Palma Nusantara merupakan respons atas visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor. Anggia Erma Rini menjelaskan bahwa perusahaan ini dibentuk untuk mewujudkan tiga agenda prioritas pemerintah. "Agrinas Palma Nusantara dibentuk berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto saat pelantikan periode 2024-2029, yang menekankan tiga agenda besar: swasembada pangan, swasembada energi, serta penyaluran subsidi yang tepat dan bebas korupsi," kata Anggia.
Perubahan status dari PT Indra Karya menjadi Agrinas Palma Nusantara menandai pergeseran fokus dan tanggung jawab perusahaan. Dengan mandat baru ini, Agrinas Palma Nusantara memiliki peran krusial dalam mengelola sumber daya alam strategis Indonesia. Perusahaan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor perkebunan dan energi terbarukan.
Anggia menambahkan, "Dengan mandat baru ini, Agrinas Palma Nusantara bertugas mengelola lahan perkebunan sawit negara sekaligus mendukung produksi energi terbarukan, khususnya biodiesel." Penugasan ini mencakup pengelolaan lahan seluas 1,5 juta hektare yang tersebar di 15 provinsi. Luasan lahan yang variatif ini memerlukan strategi pengelolaan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Strategi Pengelolaan dan Peningkatan Produktivitas
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Jenderal TNI (Purn) Agus Sutomo, menyampaikan komitmen perusahaan untuk memperkuat posisinya sebagai pengelola perkebunan profesional. Setelah menerima penugasan pengelolaan lahan sawit, perusahaan segera menggenjot produktivitas. Strategi yang diterapkan meliputi penambahan karyawan kebun, normalisasi atau rehabilitasi lahan, serta perbaikan sarana prasarana dan infrastruktur.
Selain itu, Agrinas Palma Nusantara juga fokus pada revitalisasi pabrik kelapa sawit yang dikelola untuk meningkatkan efisiensi dan hasil produksi. "Pengelolaan perkebunan dilakukan dengan strategi perbaikan di segala sisi dan lahan dikelola sesuai dengan prinsip GAP agar kebun terkelola lebih produktif," jelas Agus. Prinsip good agricultural practices (GAP) menjadi pedoman utama dalam setiap aspek pelaksanaan pengelolaan lahan.
Komitmen ini mendapat apresiasi dari Komisi VI DPR RI. Agus Sutomo menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan. "Saya mewakili manajemen PT Agrinas Palma Nusantara mengucapkan terima kasih atas dukungan dari seluruh anggota dewan yang terhormat. Seluruh masukan dari anggota dewan menjadi catatan yang berarti bagi kami, untuk memperkuat semangat juang kami," ucapnya, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan BUMN.
Kinerja Positif dan Kontribusi Keuangan
Dalam enam bulan pertama sejak Maret 2025, Agrinas Palma Nusantara telah menunjukkan kinerja yang positif. Perusahaan berhasil membukukan konsolidasi kinerja keuangan senilai Rp2,4 triliun. Pencapaian ini mencerminkan efektivitas awal dalam pengelolaan lini bisnis eksisting dan lini bisnis utama di sektor perkebunan.
Dari total konsolidasi tersebut, Agrinas Palma Nusantara mencatatkan gross profit senilai Rp1,2 triliun. Kontribusi perusahaan terhadap negara juga terlihat signifikan, dengan penyetoran pajak senilai Rp111 miliar. Selain itu, perusahaan menyetorkan sharing net laba ke rekening escrow Kejaksaan Agung senilai Rp325 miliar.
Agus Sutomo menekankan bahwa pencapaian ini merupakan langkah awal yang menjanjikan. "Tentunya ini menjadi suatu hal yang akan kami kelola produktivitasnya secara berkelanjutan," ungkap Agus. Kinerja positif ini diharapkan dapat terus meningkat, memperkuat posisi Agrinas Palma Nusantara sebagai pilar penting dalam kemandirian energi dan ekonomi nasional.
Sumber: AntaraNews