LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Legislator Gorontalo Soroti Dampak Algoritma Media Sosial pada Informasi Publik

Anggota DPRD Gorontalo, Erwinsyah Ismail, menyoroti serius dampak algoritma media sosial terhadap akses informasi publik, memperingatkan risiko distorsi dan pentingnya literasi digital.

Sabtu, 13 Jun 2026 22:01:39
literasi digital
Anggota DPRD Gorontalo, Erwinsyah Ismail, menyoroti serius dampak algoritma media sosial terhadap akses informasi publik, memperingatkan risiko distorsi dan pentingnya literasi digital. (AntaraNews)
Advertisement

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail, menyoroti secara tajam dominasi algoritma media sosial. Dominasi ini dinilai sangat memengaruhi akses masyarakat terhadap berbagai informasi publik di era digital yang semakin berkembang pesat. Pernyataan ini disampaikan Erwinsyah saat menjadi narasumber dalam acara Temu Jurnalis se-Gorontalo.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Gorontalo pada hari Sabtu, 13 Juni 2026, dan dihadiri oleh siswa dari berbagai sekolah. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan literasi media serta pemahaman demokrasi di kalangan generasi muda Gorontalo. Erwinsyah menekankan bahwa generasi muda saat ini hidup dalam ruang digital yang sangat dipengaruhi oleh algoritma.

Kondisi ini menyebabkan informasi yang penting bagi masyarakat tidak selalu menjadi informasi yang paling banyak dilihat atau diakses. Ia menggarisbawahi bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap penyebaran informasi secara fundamental. Algoritma platform media sosial kini lebih banyak mengedepankan konten yang mampu menarik perhatian pengguna dibandingkan informasi yang memiliki nilai kepentingan publik.

Distorsi Informasi di Ruang Digital

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara informasi disebarkan dan diterima oleh masyarakat. Algoritma platform media sosial kini cenderung memprioritaskan konten yang memancing interaksi dan perhatian pengguna, seringkali mengesampingkan nilai kepentingan publik dari sebuah informasi. Fenomena ini menjadi tantangan serius bagi media massa tradisional.

Advertisement

Informasi mengenai pembangunan daerah, pelayanan publik, isu pertanian, pendidikan, atau kebijakan pemerintah sering kali kalah populer. Konten-konten ini bersaing dengan konten hiburan atau sensasi yang lebih mudah menarik interaksi pengguna media sosial. Erwinsyah menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan bentuk distorsi dalam ekosistem informasi.

Distorsi tersebut dapat memengaruhi kualitas ruang publik dan proses demokrasi secara keseluruhan. "Ketika informasi publik yang penting tenggelam oleh konten yang lebih viral, masyarakat berisiko kehilangan akses terhadap informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan secara rasional," ujarnya. Situasi ini berpotensi mengikis kemampuan masyarakat dalam membuat keputusan berdasarkan data dan fakta yang akurat.

Advertisement

Peran Krusial Media dan Tantangan Literasi

Media memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem demokrasi, berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah, lembaga legislatif, dan masyarakat. Keberadaan media yang profesional sangat penting untuk memastikan informasi yang diterima publik tetap akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Media berperan vital dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Dalam paparannya, Erwinsyah juga mengingatkan adanya ancaman lain di ruang digital yang tidak kalah berbahaya. Ancaman-ancaman tersebut meliputi umpan klik (clickbait) yang menyesatkan, berita hoaks, disinformasi yang sengaja disebarkan, dan fenomena ruang gema (echo chamber). Ruang gema membuat pengguna hanya terpapar informasi yang sejalan dengan pandangan mereka, membatasi perspektif.

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagi semua pihak. Jurnalis memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas informasi yang disajikan kepada publik. Sementara itu, masyarakat juga perlu meningkatkan literasi digital mereka agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan atau tidak benar. Peningkatan literasi digital adalah kunci untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat.

Memperkuat Kualitas Pers Daerah

Erwinsyah Ismail juga mendorong agar semakin banyak perusahaan media di Gorontalo memenuhi standar profesional yang ditetapkan. Selain itu, perusahaan media juga diharapkan terverifikasi oleh Dewan Pers. Langkah ini merupakan bagian penting dari upaya kolektif untuk memperkuat kualitas pers daerah.

Kualitas pers daerah harus ditingkatkan di tengah berbagai tantangan transformasi digital yang terus berlangsung. Verifikasi Dewan Pers menjamin bahwa media beroperasi sesuai kode etik jurnalistik dan standar profesional. Dengan demikian, media lokal dapat terus menyajikan informasi yang kredibel dan dapat dipercaya kepada masyarakat Gorontalo.

Penguatan ini akan membantu pers daerah untuk tetap relevan dan menjadi sumber informasi utama. Media lokal yang kuat dan profesional akan menjadi benteng pertahanan terhadap penyebaran hoaks dan disinformasi. Ini juga akan memastikan bahwa informasi publik yang esensial tetap sampai kepada masyarakat luas.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Kunjungan Rachmat Gobel ke Gorontalo Utara: Komitmen Perbaikan Pasca-Banjir di Desa Didingga
  • Pererat Kemanunggalan, Kodim 0409/Rejang Lebong Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat
  • Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Dharmasraya Kembangkan Budidaya Lele dan Pertanian untuk Warga Binaan
  • Pemkot Bandung Intensifkan Patroli Gabungan Malam Hari Selama Libur Sekolah Demi Keamanan Warga
  • Duta Kota Denpasar Pukau Pembukaan Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 dengan 700 Seniman
  • algoritma media sosial
  • demokrasi
  • dprd gorontalo
  • erwinsyah ismail
  • hoaks
  • informasi publik
  • jurnalisme
  • konten ai
  • literasi digital
  • media profesional
  • merdekaantara
  • ruang digital
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.