Kolaborasi Pemkab Morut dan PWI Sulteng Tingkatkan Kompetensi Wartawan Melalui UKW
Pemkab Morowali Utara dan PWI Sulawesi Tengah bersinergi menggelar Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) untuk memperkuat kompetensi wartawan, memastikan jurnalisme berkualitas, dan mendukung pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah berkolaborasi menyelenggarakan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) di Kolonodale. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta profesionalisme insan pers di wilayah tersebut. Kegiatan penting ini berlangsung selama dua hari penuh, mulai tanggal 8 hingga 9 Mei 2026, di Kolonodale, ibu kota Kabupaten Morowali Utara.
Bupati Morowali Utara, Delis J Hehi, secara resmi membuka UKW ini dan menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap kolaborasi tersebut. Ia menekankan pentingnya peran wartawan dalam menjaga kualitas demokrasi dan mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Menurutnya, jurnalisme yang objektif, berimbang, dan bertanggung jawab adalah kunci utama kemajuan serta stabilitas di Morowali Utara.
Langkah strategis ini menandai komitmen Pemkab Morut dalam mendukung ekosistem pers yang sehat dan berintegritas di daerah. UKW diharapkan dapat menghasilkan wartawan yang tidak hanya kompeten dalam peliputan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral tinggi terhadap publik. Kegiatan ini juga menjadi tonggak sejarah karena merupakan UKW pertama yang dilaksanakan di Morowali Utara sejak daerah tersebut resmi berdiri.
Peran Strategis Wartawan dalam Pembangunan Daerah
Bupati Morowali Utara, Delis J Hehi, menegaskan bahwa pewarta memiliki posisi yang sangat strategis. Mereka berperan penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang objektif. Kritik yang konstruktif dan berbasis data justru menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam mengambil keputusan. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah sangat terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak, termasuk insan pers.
Media massa juga memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas daerah serta tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Oleh karena itu, kompetensi seorang pewarta menjadi sangat krusial dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik mereka. Peningkatan kompetensi ini akan memastikan informasi yang sampai ke masyarakat adalah akurat dan terpercaya, sehingga tidak menimbulkan disinformasi.
Pemerintah daerah tidak merasa takut terhadap kritik, selama kritik tersebut disampaikan secara objektif dan berdasarkan fakta yang valid. Masukan dari wartawan melalui pemberitaan seringkali menjadi referensi penting bagi pemda. Hal ini membantu pemerintah daerah dalam melihat serta memahami berbagai persoalan yang ada di lapangan dengan lebih komprehensif.
Delis J Hehi juga mengapresiasi hubungan kemitraan yang telah terjalin baik antara Pemkab Morut dan insan pers selama ini. Hubungan harmonis ini dianggap telah berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan daerah. Morowali Utara kini menjadi salah satu kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, sebagian berkat peran aktif media dalam menyebarkan informasi positif.
Peningkatan Kompetensi dan Integritas Insan Pers
Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) telah dilegitimasi oleh Dewan Pers sebagai standar untuk meningkatkan profesionalisme. Tujuannya adalah agar insan pers semakin berintegritas dalam menjalankan tugas jurnalistik mereka sesuai kode etik. Kegiatan ini merupakan upaya konkret untuk memastikan bahwa wartawan memiliki standar kualitas yang diakui secara nasional dan mampu bersaing di era digital.
Ketua PWI Sulawesi Tengah, Tri Putra Toana, menyatakan bahwa pelaksanaan UKW di Morowali Utara adalah tonggak penting. Ini menandai perkembangan dunia pers di wilayah tersebut, mengingat ini adalah UKW pertama yang diselenggarakan di sana sejak kabupaten ini berdiri. Apresiasi tinggi diberikan kepada kepala daerah atas dukungan penuhnya yang memungkinkan kegiatan ini terlaksana dengan baik.
PWI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas informasi yang beredar di tengah masyarakat. Organisasi ini lahir sebagai bagian dari perjuangan bangsa, sehingga integritas dan akurasi berita menjadi prioritas utama dalam setiap pemberitaan. Wartawan diharapkan tidak hanya sekadar menyampaikan berita, tetapi juga menjadi agen perubahan positif yang mengedukasi publik.
Sebanyak 12 peserta mengikuti UKW ini, berasal dari Kabupaten Morowali Utara, Poso, dan Parigi Moutong. Mereka terbagi dalam tiga kelas, yaitu dua kelas jenjang muda dan satu kelas jenjang madya, untuk mengakomodasi berbagai tingkat pengalaman. Pembagian kelas ini memastikan bahwa materi yang diberikan sesuai dengan tingkat pengalaman dan kebutuhan masing-masing peserta agar pembelajaran lebih efektif.
Sumber: AntaraNews