Ketua Komisi VII DPR Tak Disapa Menteri Pariwisata: Apa Salah Saya?
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mulanya mempersilakan Saleh menyampaikan catatannya terkait paparan yang telah disampaikan Widiyanti.
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay sempat “ngambek” lantaran tidak disapa Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, saat rapat kerja Komisi VII DPR RI, Rabu (3/6/2026). Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mulanya mempersilakan Saleh menyampaikan catatannya terkait paparan yang telah disampaikan Widiyanti.
Sebab, Widiyanti harus meninggalkan rapat lebih awal untuk agenda lain. Namun, Saleh rupanya tidak langsung menyampaikan evaluasi melainkan mencurahkan kekecewaannya.
"Terima kasih sudah hadir semua, ini karena Bu Menteri mau pergi duluan makanya saya mau bicara, takutnya saya enggak sempat bicara. Karena saya pas masuk tadi tidak disapa, yang disapa malah Pak Lamhot," kata Saleh.
Tak Disapa karena Terlambar Datang
Saleh mengaku tidak disapa Widiyanti lantaran hanya terlambat datang rapat kurang dari lima menit.
"Jadi begitu Pak Lamhot masuk, 'selamat datang Pak Lamhot'. Jadi saya pas datang tadi, padahal saya terlambatnya tiga menit, empat menit lah, tidak begitu lama kan, disapa pun enggak. Jadi saya pikir apa salah saya sama Bu Menteri," kata Saleh.
Saleh mengaku tidak mempermasalahkan soal sapaan, melainkan ingin jujur saja sebab dirinya adalah orang Medan yang dikenal terbuka.
"Jadi biasa lah, kalau orang Medan kan terus terang pak, ya kan, apa adanya gitu, bukan ada apanya, tapi memang apa adanya saja, itulah yang saya rasakan," kata dia.
Beri Catatan soal Anggaran dan Fenomena Meningkatnya Wisatawan Asal Singappura dan Malaysia
Setelah mengungkapkan kekecewaannya, Saleh kemudian menyampaikan catatannya terkait substansi rapat. Terutama mengenai alokasi anggaran masing-masing kedeputian di Kementerian Pariwisata pada 2026.
"Masing-masing kedeputian ini itu alokasi anggarannya berapa secara riil pada 2026 lalu dan bagaimana ekspektasi dari Kemenpar ini pada tahun 2027," ucap Saleh.
Selain itu, politikus PAN itu juga menyinggung fenomena meningkatnya wisatawan asal Singapura dan Malaysia yang datang ke Indonesia untuk berbelanja, lantaran anjloknya nilai tukar rupiah.
"Kalau itu terjadi sekarang pertanyaannya, itu kan menggembirakan sebetulnya Ibu Menteri. Tetapi pada sisi lain, ini belum tentu menggembirakan untuk tatanan ekonomi kita secara fundamental," ujarnya.