Gus Yahya Tegaskan Persoalan Internal PBNU Tuntas, Kembali Bersama dalam Kebersamaan
Ketua Umum PBNU Gus Yahya menyatakan seluruh persoalan internal PBNU telah selesai usai pertemuan di Surabaya, menegaskan kembali kebersamaan jajaran pimpinan.
Penyelesaian Persoalan Internal PBNU
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, secara resmi mengumumkan bahwa seluruh persoalan internal PBNU telah tuntas dan terselesaikan. Pernyataan penting ini disampaikan setelah serangkaian pertemuan pimpinan di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Jawa Timur, pada hari Minggu.
Pengumuman tersebut secara efektif menandai berakhirnya berbagai dinamika internal yang sempat mewarnai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini dalam beberapa waktu terakhir. Gus Yahya dengan tegas menyatakan bahwa momen ini menjadi titik balik bagi PBNU untuk kembali fokus pada kebersamaan dan tujuan utama organisasi yang telah disepakati.
Pertemuan yang berlangsung di Surabaya ini merupakan kelanjutan penting dari kesepakatan yang sebelumnya telah dicapai di Lirboyo, dengan tujuan utama untuk memperkuat ikatan batin antarpimpinan. Seluruh jajaran pengurus PBNU kini diharapkan dapat kembali bergerak bersama dalam menjalankan amanah organisasi secara solid.
Gus Yahya dengan tegas menyatakan bahwa segala hal yang sebelumnya menjadi persoalan di internal PBNU kini dianggap sudah berlalu dan tidak ada lagi. Ia menekankan pentingnya melupakan dinamika masa lalu serta kembali pada semangat kebersamaan yang merupakan ciri khas dan kekuatan utama Nahdlatul Ulama.
Pertemuan yang berlangsung di Pondok Pesantren Miftachussunnah Surabaya ini menjadi momentum krusial untuk mengukuhkan kembali kesepakatan yang telah dicapai. Kesepakatan tersebut sebelumnya telah dirumuskan dalam pertemuan di Lirboyo pada hari Kamis lalu, yang bertujuan untuk menyatukan kembali visi dan misi kepemimpinan PBNU.
Suasana pertemuan digambarkan berlangsung secara sederhana namun penuh makna, diisi dengan selawat bersama dan silaturahim yang hangat. Hal ini bertujuan untuk memperkuat ikatan batin dan spiritual di antara para pimpinan PBNU, membangun fondasi yang lebih kokoh untuk keberlanjutan dan kemajuan organisasi di masa mendatang.
Komitmen Kebersamaan dan Stabilitas Struktur Kepengurusan PBNU
Dalam pernyataannya, Gus Yahya mengingatkan kembali komitmen awal para pengurus yang berangkat bersama-sama dalam mengemban amanah besar organisasi. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan ini akan terus dijaga dan dijalankan hingga akhir, sesuai dengan mandat serta kesepakatan yang telah dibuat di Lirboyo.
Ketika disinggung mengenai potensi pembenahan struktur kepengurusan, termasuk posisi vital Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Gus Yahya memberikan jawaban yang sangat jelas. Ia dengan tegas menyatakan bahwa tidak akan ada perubahan dalam susunan kepengurusan PBNU saat ini.
"Pokoknya sekarang kembali bersama, itu saja. Kembali bersama, kembali bersama seperti semula," ujar Gus Yahya, menggarisbawahi pentingnya stabilitas dan soliditas kepemimpinan. Pernyataan ini sekaligus menepis berbagai spekulasi mengenai perombakan struktur pasca-penyelesaian persoalan internal PBNU yang sempat beredar.
Pertemuan penting tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci PBNU, menunjukkan soliditas kepemimpinan yang kuat. Hadir antara lain Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, Katib Aam PBNU Prof. Muhammad Nuh, serta beberapa pengurus unsur Syuriyah dan Tanfidziyah, termasuk KH Anwar Mansyur dan KH Idris Hamid yang turut memberikan dukungan.
Sumber: AntaraNews