Fakta Mengejutkan: 3.921 Orang Ditahan, Gerakan Nurani Bangsa Desak Pembebasan Aktivis Mahasiswa Segera!
Gerakan Nurani Bangsa (GNB) mendesak Presiden Prabowo untuk segera melakukan pembebasan aktivis mahasiswa dan pelajar yang ditahan, mengganggu masa depan mereka.
Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang terdiri atas tokoh-tokoh terkemuka dan pemimpin lintas agama, secara tegas meminta pemerintah untuk segera turun tangan. Mereka mendesak pembebasan aktivis, mahasiswa, dan pelajar yang ditahan oleh kepolisian terkait unjuk rasa yang terjadi belum lama ini.
Permintaan ini disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo dalam sebuah pertemuan penting yang berlangsung di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Kamis (11/9) malam. Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim, yang kini tergabung dalam GNB, menegaskan bahwa penahanan ini sangat mengganggu masa depan para pemuda tersebut.
Menurut data yang dihimpun GNB, sebanyak 3.921 orang ditahan kepolisian karena dituduh terlibat dalam rangkaian kerusuhan pada pekan terakhir Agustus 2025. Sebagian besar dari mereka merupakan demonstran yang berunjuk rasa dan banyak yang tidak terlibat kerusuhan.
Tuntutan Utama Gerakan Nurani Bangsa kepada Presiden
Lukman Hakim menekankan bahwa pembebasan semua teman-teman mahasiswa, aktivis, bahkan pelajar yang masih di bawah usia, merupakan salah satu tuntutan utama GNB. "Pembebasan semua teman-teman mahasiswa, aktivis, bahkan pelajar yang masih di bawah usia yang sampai sekarang masih ditahan. Itu mengganggu masa depan mereka semua," ujar Lukman Hakim.
Ia menambahkan bahwa banyak dari mereka yang ditahan sebenarnya tidak mengetahui apa-apa mengenai kerusuhan yang terjadi. "Padahal, mereka nggak tahu apa-apa (soal kerusuhan), sebenarnya banyak yang tidak tahu apa-apa. Jadi, itu yang kami desakkan agar pemerintah segera menindaklanjuti," jelasnya usai pertemuan dengan Presiden Prabowo.
Pertemuan antara GNB dan Presiden Prabowo berlangsung selama kurang lebih tiga jam, dimulai dari sore hingga malam hari. Dalam dialog tersebut, Presiden Prabowo disebut merespons satu per satu tuntutan yang disampaikan GNB.
Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa Presiden tidak hanya menerima, tetapi juga memahami dan membahas tuntutan tersebut secara detail. "Bapak Presiden tidak hanya menerima, tetapi juga memahami bahkan membahasnya secara detail," kata Lukman Hakim Saifuddin, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggapi isu ini.
Dampak Penahanan Terhadap Pendidikan dan Masa Depan
Selama mendekam di tahanan, anak-anak pelajar dan mahasiswa tersebut tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolah dan kampus. Situasi ini tentu saja sangat merugikan bagi kelangsungan pendidikan mereka yang merupakan investasi masa depan bangsa.
GNB sangat berharap agar para tahanan ini bisa segera dibebaskan. "Kami berharap sesegera mungkin bisa dibebaskan, karena pada dasarnya mereka adalah anak-anak kita, yang mestinya mereka tidak ada dalam posisi (ditahan) seperti itu," tutur Lukman Hakim.
Penahanan yang berkepanjangan dapat mengganggu bahkan memutuskan proses pendidikan mereka. Hal ini menjadi perhatian serius bagi GNB, mengingat pendidikan adalah harapan utama untuk masa depan generasi muda Indonesia.
Tokoh-tokoh di Balik Gerakan Nurani Bangsa
Gerakan Nurani Bangsa (GNB) merupakan sebuah inisiatif yang digagas oleh tokoh-tokoh bangsa dan pemimpin lintas agama yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu kemanusiaan dan kebangsaan. Kehadiran mereka memberikan bobot moral pada setiap desakan yang disampaikan.
Dalam pertemuan dengan Presiden, GNB diwakili oleh sejumlah nama besar yang dikenal luas di masyarakat. Keberagaman latar belakang anggota GNB menunjukkan spektrum kepedulian yang luas terhadap berbagai lapisan masyarakat.
Tokoh-tokoh yang tergabung dalam GNB dan diterima oleh Presiden antara lain:
- Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid
- Romo Franz Magnis-Suseno SJ
- Prof M Quraish Shihab
- KH Ahmad Mustofa Bisri
- Mgr Ignatius Kardinal Suharyo
- Omi Komariah Nurcholish Madjid
- Prof Dr Amin Abdullah
- Bhikkhu Pannyavaro Mahathera
- Alissa Q Wahid
- Lukman Hakim Saifuddin
- Karlina Rohima Supelli
- Pendeta Jacky Manuputty
- Pendeta Gomar Gultom
- Romo A Setyo Wibowo SJ
- Erry Riyana Hardjapamekas
- Eri Seda
- Laode Moh Syarif
- Makarim Wibisono
- Komaruddin Hidayat
- Slamet Rahardjo
Sumber: AntaraNews