DPR RI Dorong Optimalisasi Promosi Wisata Media Sosial untuk Dongkrak Ekonomi Daerah
Anggota DPR RI Siti Mukaromah menekankan pentingnya Promosi Wisata Media Sosial untuk meningkatkan daya tarik destinasi dan memacu pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di Banyumas.
Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, mendorong optimalisasi promosi pariwisata melalui pemanfaatan media sosial. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas. Kegiatan tersebut berlangsung di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat (18/4) lalu.
Dorongan ini disampaikan dalam acara Bimbingan Teknis bertajuk “Promosi Branding Wonderful Indonesia Melalui Media Sosial”. Acara ini merupakan hasil kerja sama antara Komisi VII DPR RI, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), serta Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas. Siti Mukaromah menilai media sosial sebagai sarana strategis dalam memperkenalkan potensi daerah di era digital.
Menurut Siti Mukaromah, pariwisata akan dikenal luas, tidak hanya di Banyumas tetapi juga secara nasional bahkan internasional, jika promosi dapat menjangkau masyarakat secara efektif. Pemanfaatan media sosial diharapkan mampu mengemas potensi wisata Banyumas secara menarik, sehingga memancing minat wisatawan untuk datang dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat.
Peran Strategis Media Sosial dan Generasi Muda
Media sosial telah menjadi platform yang sangat strategis untuk promosi pariwisata di era digital saat ini. Platform ini memungkinkan penyebaran informasi yang cepat dan luas, menjangkau audiens yang beragam dari berbagai belahan dunia. Dengan demikian, destinasi wisata lokal dapat memperoleh eksposur yang lebih besar.
Siti Mukaromah secara khusus menyoroti peran penting generasi muda, termasuk milenial dan Gen Z, dalam upaya promosi wisata media sosial ini. Mereka memiliki kreativitas tinggi dalam membuat konten yang menarik dan relevan. Generasi muda dapat menjadi ujung tombak sebagai kreator konten yang mempublikasikan dan mempromosikan wisata beserta seluruh ekosistemnya.
Selain memperkenalkan destinasi, aktivitas sebagai kreator konten juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi pelakunya. Kreator konten dapat memperoleh penghasilan dari karya-karya mereka, sekaligus berkontribusi dalam memperkenalkan kekayaan destinasi wisata Indonesia secara lebih luas kepada dunia. Ini menciptakan simbiosis mutualisme antara promosi dan pemberdayaan ekonomi.
Pendekatan Pariwisata Berbasis Ekosistem dan Regulasi Baru
Perubahan Undang-Undang Kepariwisataan dari Nomor 10 Tahun 2009 menjadi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 menandai pergeseran pendekatan. Regulasi baru ini menekankan pada pariwisata berbasis ekosistem, yang melibatkan banyak pihak terkait. Pendekatan ini mengintegrasikan berbagai elemen seperti budaya, UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor lainnya yang saling terhubung untuk menciptakan pengalaman wisata yang komprehensif.
Pendekatan ekosistem ini membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata, terutama jika didukung oleh kemajuan teknologi digital. Pemanfaatan teknologi, khususnya melalui promosi di media sosial, mampu menjawab tantangan pemasaran pariwisata modern. Strategi ini memungkinkan destinasi untuk menjangkau target pasar secara lebih spesifik dan efektif.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah memiliki strategi pemasaran destinasi berbasis media sosial yang mencakup seluruh ekosistem pariwisata. Strategi ini memerlukan dukungan aktif dari masyarakat untuk keberhasilannya. Sebagai mitra pemerintah, DPR RI berperan menjembatani program kementerian agar dapat dipahami dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Mengoptimalkan Potensi Banyumas dan Sinergi Nasional
Kekayaan pariwisata Indonesia tidak hanya terbatas pada destinasi populer seperti Bali atau Borobudur, tetapi juga tersebar di berbagai daerah, termasuk Banyumas. Potensi pariwisata Banyumas perlu dikemas secara menarik agar mampu memancing minat wisatawan. Dengan promosi yang tepat, Banyumas dapat menjadi destinasi unggulan yang memberikan dampak ekonomi signifikan.
Siti Mukaromah menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak destinasi dengan seluruh ekosistemnya yang perlu terus dipromosikan agar dikenal dunia. Optimalisasi promosi wisata media sosial menjadi kunci untuk mengangkat destinasi-destinasi tersembunyi ini ke permukaan. Hal ini memerlukan upaya kolektif dari berbagai pihak.
Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, sektor pariwisata diyakini dapat menjadi kekuatan ekonomi yang mampu berkembang hingga tingkat nasional dan internasional. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap upaya promosi berjalan efektif dan berkelanjutan, membawa manfaat maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sumber: AntaraNews