Djan Faridz: Kalau ditawari, saya ajukan Romi jadi menteri
"Karena Romi agamanya bagus dan alumni pesantren," kata Djan.
Ketua Umum PPP versi muktamar Jakarta, Djan Faridz tak mau berpolemik soal isu reshuffle jilid II yang belakangan kembali mencuat. Menurut dia, reshuffle merupakan hak penuh dari Presiden Joko Widodo.
"No comment. Hak Presiden. Presiden yang menentukan mana yang baik dan tidak," kata Djan saat mendampingi pledoi mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) di Gedung Tipikor, Jakarta, Senin (4/1).
Hanya saja, Djan menegaskan tidak akan menolak jika Jokowi menawarkan kursi menteri kepada PPP. Entah menyindir atau tidak, Djan malah mengaku akan memberikan kursi menteri itu kepada Romahurmuziy (Romi).
Diketahui, Djan dan Romi tengah terlibat perseteruan berebut kursi ketua umum PPP. Hingga kini, dualisme kepengurusan di PPP belum berakhir meskipun Mahkamah Agung meminta Menkum HAM cabut SK kepengurusan PPP kubu Romi.
"Kalau PPP ditawarin Menteri, saya pasti terima," jawab dia.
Djan menilai Romi cocok jadi menteri agama nantinya. Apalagi, kata dia, Romi memiliki pengetahuan agama yang bagus.
"Saya pasti ajukan Romi jadi menteri. Karena Romi agamanya bagus dan alumni pesantren. Kalau ditawarin, tapi kalau ditawarin, Romi yang saya ajukan. Tapi kalau enggak ditanya ya saya enggak berani," tutur dia.
Baca juga:
Jika disahkan, PPP kubu Djan Faridz jamin pendukung kubu Romi aman
Tak keluarkan SK, Djan Faridz tuding Yasonna main politik
Dimyati sebut paling telat 15 Januari Kemenkum HAM cabut SK PPP Romi
Djan janji beri jabatan apapun ke Romi: Asal tak ketum & sekjen
Djan Faridz minta Menteri Yasonna hargai hukum, cabut SK PPP Romi
PPP Djan Faridz datangi kantor Menkum HAM, minta SK Romi Cs dicabut
Aksi massa demo dualisme kepemimpinan parpol di Kemenkumham