Bukan Hoaks, Gibran Jenguk Korban Demonstrasi di RS Polri: Ada yang Kena 42 Jahitan di Kepala!
Wakil Presiden Gibran Jenguk Korban Demonstrasi di RS Polri, termasuk anggota polisi dengan 42 jahitan di kepala dan warga sipil. Bagaimana kondisi mereka pasca-kunjungan ini?
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan kepeduliannya dengan menjenguk masyarakat dan anggota kepolisian yang menjadi korban luka berat akibat aksi demonstrasi ricuh. Kunjungan ini dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (1/9).
Aksi demonstrasi yang berujung ricuh tersebut terjadi pada Kamis (28/8) lalu, menyebabkan sejumlah individu mengalami luka serius. Gibran hadir untuk memberikan dukungan moral dan menanyakan langsung kondisi para korban yang sedang menjalani perawatan intensif.
Kedatangan Wapres Gibran yang mengenakan kemeja abu-abu ini terekam dalam sejumlah video, di mana ia langsung menuju kamar rawat inap untuk berinteraksi dengan para pasien. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan semangat bagi para korban untuk segera pulih.
Kunjungan Gibran dan Kondisi AKP Darkun
Dalam kunjungannya, Wakil Presiden Gibran secara khusus menemui AKP Darkun, seorang anggota Brimob Polda Metro Jaya, yang sempat dikabarkan kritis. Gibran berbincang langsung dengan AKP Darkun yang didampingi istrinya, menanyakan detail kondisi kesehatan serta kronologi kejadian yang menimpanya.
AKP Darkun menceritakan bahwa ia bertugas di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat, saat insiden terjadi. Area tersebut menjadi lokasi kericuhan setelah seorang pengemudi ojek online tewas terlindas kendaraan taktis Brimob, memicu aksi massa yang berujung anarkis.
Akibat lemparan batu dari massa, AKP Darkun mengalami luka parah di kepala yang membutuhkan 42 jahitan. Selain itu, ia juga mendapat luka di kaki karena terjatuh ke got dan dipukul massa saat kejadian berlangsung, menunjukkan betapa brutalnya insiden tersebut.
Korban Lain dan Perhatian Pemerintah
Selain AKP Darkun, Gibran juga menjenguk anggota Polri lainnya yang dirawat karena luka bakar. Anggota tersebut mengalami luka bakar di sekitar paha akibat terkena bom molotov saat mengamankan aksi di depan Gedung DPR pada Kamis (28/8).
Anggota polisi tersebut menjelaskan bahwa wajahnya aman karena terlindungi helm dan masker saat kejadian. Gibran juga memperluas kunjungannya dengan menjenguk korban luka dari masyarakat umum yang turut dirawat di RS Polri.
Tak lama setelah kunjungan Gibran, Presiden Prabowo Subianto juga menjenguk para korban di RS Polri. Prabowo mengungkapkan bahwa beberapa korban mengalami luka sangat serius, bahkan ada yang membutuhkan transplantasi ginjal dan operasi tempurung kepala. Dari 43 korban yang terdiri dari polisi dan masyarakat sipil, saat ini masih ada 17 korban yang dirawat, dengan rincian 14 anggota Polri dan 3 masyarakat.
Sumber: AntaraNews