ANTARA Gelar Pelatihan Jurnalistik, Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Unsoed Purwokerto
LKBN ANTARA berkolaborasi dengan Unsoed Purwokerto menggelar pelatihan jurnalistik untuk mahasiswa, bertujuan meningkatkan kompetensi dan standar penulisan berita. Simak detailnya!
Perum LKBN ANTARA kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang jurnalistik dengan menggelar pelatihan di Purwokerto. Kegiatan ini secara khusus menyasar mahasiswa dari berbagai lembaga pers mahasiswa (LPM) di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan standar penulisan berita dan kompetensi jurnalistik mereka.
Pelatihan bertajuk “Teknik Dasar Penulisan Berita Standar Kantor Berita” ini diselenggarakan di Ruang Sidang FISIP Unsoed pada hari Sabtu. Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Jawa Tengah, Teguh Imam Wibowo, bertindak sebagai pemateri utama, berbagi pengalaman dan pengetahuan praktis kepada para peserta. Pembukaan acara dilakukan oleh Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed, Edi Santoso.
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan praktisi media nasional seperti ANTARA ini menjadi langkah strategis. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat keahlian mahasiswa dalam menghadapi dinamika industri media yang terus berubah. Kesempatan belajar langsung dari praktisi berpengalaman menjadi bekal berharga bagi calon jurnalis masa depan.
Pentingnya Kolaborasi Kampus dan Praktisi Media
Edi Santoso menekankan bahwa kolaborasi antara kampus dan praktisi media merupakan langkah esensial untuk memperkuat kompetensi jurnalistik mahasiswa. Ia menyoroti bahwa pengetahuan praktis dari para ahli di lapangan sangat berharga dan tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teori. Kesempatan ini memberikan ruang belajar yang relevan bagi mahasiswa, terutama mereka yang mendalami ilmu komunikasi.
Perkembangan dunia media yang sangat pesat menuntut kampus untuk terus beradaptasi dan melibatkan praktisi dalam proses pembelajaran. Edi menjelaskan, bahkan dosen yang memiliki latar belakang praktisi pun bisa kehilangan konteks terhadap hal-hal baru yang terjadi di industri. Oleh karena itu, pengalaman langsung dari praktisi media nasional seperti ANTARA menjadi sangat krusial.
Ia mendorong seluruh peserta pelatihan untuk mengikuti sesi ini dengan serius agar dapat menyerap pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan. Edi juga berharap kerja sama antara FISIP Unsoed dan ANTARA dapat berlanjut melalui berbagai kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi mahasiswa di masa mendatang. Semangat belajar dan kolaborasi ini diharapkan terus tumbuh di lingkungan kampus.
Meningkatkan Standar Jurnalistik Mahasiswa Melalui Program TJSL
Teguh Imam Wibowo menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian integral dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Perum LKBN ANTARA. Program ini secara khusus menyasar penguatan kapasitas mahasiswa yang aktif di lembaga pers kampus. ANTARA memiliki target untuk membina mahasiswa pegiat pers kampus agar mereka dapat menghasilkan karya jurnalistik berkualitas.
Pelatihan di Purwokerto ini melibatkan sekitar 40 mahasiswa dari berbagai LPM di lingkungan Unsoed. Harapan besar ditumpukan agar para peserta mampu menghasilkan karya jurnalistik yang memenuhi standar kantor berita. Standar ini mencakup tingkat akurasi tinggi, faktualitas yang baik, serta kemampuan memilah isu-isu yang memiliki kepentingan publik.
Teguh menegaskan pentingnya standar tersebut agar produk jurnalistik mahasiswa tidak hanya akurat dan faktual, tetapi juga relevan. Kemampuan memilah isu yang memiliki kepentingan publik, baik di lingkungan kampus maupun cakupan yang lebih luas, menjadi fokus utama. Ini akan membekali mahasiswa dengan etika dan profesionalisme jurnalistik.
Materi Pelatihan dan Dampak Terhadap Kualitas Berita
Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini berfokus pada teknik penulisan berita sesuai standar kantor berita. Pendekatan ini memastikan bahwa karya jurnalistik yang dihasilkan oleh mahasiswa dapat memenuhi kebutuhan berbagai platform media. Hal ini mencakup media konvensional, media daring, hingga platform media sosial yang semakin berkembang pesat.
Teguh berharap bahwa melalui pelatihan ini, mahasiswa pegiat LPM di Unsoed dapat menghasilkan produk jurnalistik yang semakin berkualitas. Peningkatan kualitas ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan informasi publik, khususnya di lingkungan kampus. Dengan demikian, mahasiswa dapat berkontribusi positif dalam penyediaan informasi yang kredibel.
Selain pelatihan jurnalistik, Perum LKBN ANTARA juga sebelumnya menggelar kuliah umum bertema “Literasi Media: Peran Kantor Berita dalam Membangun Peradaban Bangsa di Era Digital”. Kuliah umum ini menghadirkan Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar, jurnalis senior Virgie Baker, dan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed Edi Santoso, yang berlangsung di Auditorium FISIP Unsoed pada Jumat (8/5).
Sumber: AntaraNews