100 Hari Kerja Prabowo-Gibran, Mungkinkah Ada Reshuffle Kabinet?
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menolak berspekulasi mengenai isu perombakan kabinet (reshuffle) jelang 100 hari kerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menolak berspekulasi mengenai isu perombakan kabinet (reshuffle) jelang 100 hari kerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Muzani mengatakan, reshuffle kabinet akan tergantung Prabowo sebagai Presiden.
"Itu (reshuffle) kewenangan sepenuhnya ada presiden. Saya belum tanya, saya belum ketemu," kata Muzani, saat diwawancarai di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1).
Dia mengatakan, meski ada berbagai masalah yang dilakukan oleh menteri atau pejabat setingkat menteri di 100 hari pertama pemerintahan, bagi Prabowo hal itu bagian dari penyempurnaan.
"Pak Prabowo yang seperti itu selalu merasa bahwa itu bagian dari upaya untuk penyempurnaan terhadap sistem pemerintahan yang dijalankan," ujarnya.
"Jadi sebagai manusia biasa selalu ada kekurangan. Dan apa yang disampaikan oleh berbagai macam kalangan itu bagian dari upaya untuk menyempurnakan bagi proses, bagi jalannya proses pemerintahan," sambungnya.
Saat disinggung adanya berbagai masalah yang dilakukan menteri dan pejabat setingkat menteri di kabinet akan mengganggu, Muzani tak menjawah secara lugas.
"Tergantung bagaimana melihatnya," pungkasnya.
Pembantu Prabowo Blunder
Diketahui, selama 100 hari kerja pemerintahan Prabowo Subianto banyak permasalahan yang terjadi di Kabinet Merah Putih. Di antaranya, kasus Miftah Maulana Habiburakhman atau gus Miftah yang harus mundur sebagai utusan khusus presiden karena mengolok-ngolok tukang es teh.
Kemudian, mobil dinas Raffi Ahmad sebagai utusan khusus presiden dinilai arogan di jalan raya.
Terbaru persoalan Menteri Dikti Saintek Soemantri Brodjonegoro yang diduga melakukan kekerasan dan melakukan pemecatan sepihak terhadap ASN.