YABN Bekali Mahasiswa Kelola Kecemasan dan Siap Hadapi Masa Depan
Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) membekali mahasiswa penerima beasiswa Program Indonesia Bright Future Leaders (IBFL) untuk kelola kecemasan dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan, demi mencetak pemimpin yang adaptif dan berkarakter.
Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) baru-baru ini menyelenggarakan pembekalan penting bagi mahasiswa dan mahasiswi penerima beasiswa Program Indonesia Bright Future Leaders (IBFL). Kegiatan ini berfokus pada strategi mengelola kecemasan serta persiapan diri dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.
Pembekalan tersebut dikemas dalam sebuah talkshow bertajuk "Brave the Future: Mengelola Cemas, Menyiapkan Langkah Menuju Masa Depan". Acara ini berlangsung di Aula Lecture Theater SAC ULM Banjarmasin pada Sabtu, 27 Juni 2026, menarik perhatian banyak peserta.
Tiga narasumber ahli turut hadir membagikan wawasan dan pengalaman mereka, yaitu Ketua YABN Zuraida Murdia Hamdie, Ketua Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling ULM Dr. Ririanti Rachmayanie Jamain, S.Psi., M.Pd., serta Psikolog Laksmi Andhiyani, S.Psi., M.Psi. Mereka memberikan perspektif beragam mengenai kesiapan mental dan keterampilan yang dibutuhkan generasi muda.
Mengatasi Kecemasan Menuju Masa Depan
Psikolog Laksmi Andhiyani menekankan bahwa kecemasan adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan setiap individu, terutama bagi mahasiswa yang kerap merasa tertekan untuk meraih kesuksesan. Ekspektasi tinggi terhadap kaum terpelajar seringkali memicu rasa cemas berlebihan dalam menyongsong karier dan kehidupan.
Laksmi menyarankan pendekatan bertahap dalam menghadapi kecemasan. "Ketika kita menghadapi kecemasan, tolong step by step. Apa yang dicemaskan hari ini, lakukan. Kemudian besok ikuti sistemnya," ujarnya, memberikan panduan praktis kepada para peserta.
Ia juga menyoroti peran penting lingkungan kampus sebagai fondasi kuat untuk menempa diri. Di bangku kuliah, mahasiswa secara tidak langsung sudah mulai menapaki dunia kerja dengan bimbingan para dosen, yang menjadi modal berharga. "Kita punya prinsip begini, masa depan adalah misteri, yang hari ini adalah keajaiban," tambahnya, menumbuhkan optimisme.
Peran Akademik dan Bimbingan Kampus
Dr. Ririanti Rachmayanie Jamain dari ULM menyoroti tekanan yang sering dirasakan mahasiswa akibat tugas akademik dan tuntutan lainnya. Banyak mahasiswa merasa terbebani dengan berbagai kewajiban selama menempuh pendidikan tinggi.
Namun, Dr. Ririanti meluruskan pandangan tersebut dengan menjelaskan tujuan di balik tugas-tugas yang diberikan dosen. "Dosen memberikan tugas itu bukan untuk menyiksa, bukan itu, tetapi untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa menguji kemampuannya, karena inilah yang menjadi modal untuk menggapai masa depan," jelasnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa setiap tugas dan tantangan akademik merupakan bagian integral dari proses pengembangan diri mahasiswa. Hal ini bertujuan untuk membekali mereka dengan kemampuan yang relevan dan dibutuhkan di masa depan.
Modal Utama Hadapi Masa Depan Versi YABN
Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), Zuraida Murdia Hamdie, memaparkan tiga modal utama yang esensial bagi mahasiswa agar tidak diliputi kecemasan saat menghadapi masa depan. Modal pertama adalah technical skill, yaitu kemampuan melakukan sesuatu secara teknis.
"Yang pertama ini menuntut kalian harus bisa melakukan sesuatu secara teknis, menggunakan alat, bahan, atau misalnya nanti menjadi guru, tahu bagaimana mengajar atau membuat silabus," jelas Zuraida. Ini mencakup keahlian spesifik yang relevan dengan bidang studi atau profesi.
Modal kedua adalah managerial skill, yang melibatkan kemampuan strategis, sudut pandang luas, dan membangun jaringan profesional. Terakhir, leadership skill menjadi modal ketiga yang tak kalah penting. Namun, Zuraida menekankan bahwa ketiga keterampilan tersebut belum cukup. "Tapi tiga ini saja tidak cukup, mahasiswa juga harus memiliki emotional intelligence (EQ) dan metacognition," pungkasnya, menyoroti pentingnya kecerdasan emosional dan kemampuan berpikir tentang proses berpikir.
Komitmen YABN Cetak Pemimpin Masa Depan
Melalui Program Beasiswa Indonesia Bright Future Leaders, YABN secara konsisten menunjukkan komitmennya untuk mencetak calon pemimpin masa depan. Program ini berupaya menghasilkan individu yang adaptif, memiliki karakter kuat, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan bangsa.
Kegiatan pembekalan ini diharapkan dapat memperluas dampak edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental di kalangan generasi muda. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesiapan mereka dalam menyongsong kehidupan pascakampus dengan lebih percaya diri dan optimis.
Sumber: AntaraNews