Warga Padarincang Mengungsi Akibat Ancaman Longsor Susulan di Serang
Warga Padarincang Serang mulai mengungsi ke tempat aman setelah kondisi tanah di lokasi longsor dinyatakan labil, memicu kekhawatiran akan longsor susulan.
Sejumlah warga di Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, mulai mengungsi ke lokasi yang lebih aman pada Selasa sore, 6 Januari 2026. Keputusan ini diambil menyusul adanya ancaman serius dari potensi longsor susulan yang masih tinggi di wilayah tersebut. Mereka bergerak menuju tempat evakuasi sementara guna menghindari risiko bencana yang lebih besar.
Langkah pengungsian ini dilakukan setelah petugas di lapangan melakukan kaji cepat dan menemukan bahwa kondisi tanah di titik longsor masih sangat labil. Meskipun cuaca terpantau cerah berawan, pergerakan tanah yang sesekali terjadi menjadi pemicu utama kekhawatiran masyarakat. Keadaan ini mendorong warga untuk segera mencari perlindungan demi keselamatan mereka.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menegaskan bahwa estimasi tingkat ancaman longsor berada pada level sedang hingga tinggi. Oleh karena itu, warga mulai berbondong-bondong mengungsi ke madrasah setempat yang telah disiapkan sebagai lokasi evakuasi sementara sejak pukul 16.30 WIB. Keselamatan menjadi prioritas utama bagi seluruh penduduk yang terdampak.
Kondisi Tanah Labil Picu Kekhawatiran Warga Padarincang
Kondisi tanah di lokasi longsor, khususnya di lereng perbukitan Gunung Kaupas, dilaporkan masih sangat labil dan menunjukkan pergerakan. Hasil kaji cepat oleh tim BPBD Kabupaten Serang mengindikasikan adanya potensi besar untuk terjadinya longsor susulan. Pergerakan tanah yang terjadi secara periodik menambah kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Meskipun langit di atas Padarincang terpantau cerah berawan, ancaman longsor tidak serta-merta mereda. Struktur tanah yang tidak stabil menjadi faktor penentu utama risiko bencana. Hal ini membuat warga Kampung Cibodas merasa tidak aman untuk tetap berada di rumah mereka.
Keputusan untuk mengungsi diambil secara kolektif oleh warga, didasari oleh rasa khawatir yang mendalam. Mereka tidak ingin mengambil risiko dan memilih untuk mencari tempat perlindungan yang lebih aman. Madrasah setempat kini menjadi tujuan utama bagi para pengungsi yang mencari keamanan dan perlindungan.
BPBD Serang Tetapkan Status Siaga Darurat Longsor Susulan
Menanggapi kondisi darurat ini, BPBD Kabupaten Serang dengan cepat menetapkan status Siaga Darurat Potensi Longsor Susulan. Penetapan status ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman bencana. Langkah ini diambil untuk memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi di lapangan.
Dua tim khusus telah diterjunkan langsung ke lokasi bencana di Padarincang untuk penanganan darurat. Tim pertama memiliki tugas vital untuk melakukan pendataan warga terdampak dan menenangkan mereka agar tidak panik dalam situasi sulit ini. Sementara itu, tim kedua fokus pada sosialisasi kewaspadaan serta menyiapkan titik kumpul evakuasi yang aman bagi seluruh warga.
Pihak BPBD juga telah mengidentifikasi beberapa kebutuhan logistik mendesak bagi para pengungsi. Kebutuhan tersebut antara lain penerangan di lokasi pengungsian, alas tidur yang memadai, makanan siap saji, serta berbagai perlengkapan evakuasi lainnya. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan warga selama masa pengungsian.
BPBD Kabupaten Serang terus melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi tanah dan cuaca di area terdampak. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area rawan longsor demi keselamatan bersama. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi potensi bencana ini.
Sumber: AntaraNews