Wapres JK Blak-blakan Pernah Dibuat Emosi Mantan Menkeu Sri Mulyani: Saya Marah Sekali!
JK mengaku sempat emosi besar dan memprotes keras kebijakan bunga bank yang dipatok tinggi melampaui angka inflasi.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) kembali mengungkap kisah di balik dinamika pemerintahan saat dirinya menjabat.
Dalam sebuah pidato, JK secara terbuka menceritakan ketegangan yang pernah terjadi antara dirinya dan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait kebijakan ekonomi yang dinilainya tidak tepat.
JK mengaku sempat emosi besar dan memprotes keras kebijakan bunga bank yang dipatok tinggi melampaui angka inflasi. Menurutnya, kebijakan tersebut justru membebani perekonomian negara.
Saya Marah Sekali!
Dalam video yang diunggah kanal YouTube Merdeka.com, JK mengenang masa ketika inflasi mencapai 60 persen dan bunga bank justru dikerek naik hingga 70 persen. Ia menilai hal ini sebagai kesalahan fatal.
"Saya marah semua pada waktu itu. Saya protes ke Menteri Keuangan Sri Mulyani. Apa dasarnya Anda membuat bunga di atas inflasi? Semuanya inflasi naik terus," tegas JK dengan nada tinggi.
JK menjelaskan teorinya bahwa menaikkan bunga di saat inflasi tinggi justru akan memperparah inflasi itu sendiri. Ia meminta agar bunga bank diturunkan menjadi single digit atau satu digit saja.
Sentil "Pendidikan Amerika"
Ketika JK meminta Sri Mulyani menurunkan suku bunga menjadi 7 persen. Namun, permintaan itu ditolak dengan alasan menjaga nilai tukar Rupiah agar tidak lari ke Dolar. Di sinilah JK menyentil pola pikir ekonom lulusan Amerika yang dianggapnya tidak relevan dengan kondisi Indonesia.
Menurut JK, para ekonom tersebut terlalu terpaku pada teori Dolar. Padahal, Rupiah tidak bisa disamakan dengan Dolar.
"Dia berbicara Rupiah pikirannya Dolar. Memang kalau Dolar, kalau naikkan bunga, Dolar kembali ke Amerika. Kalau turun bunga, Dolar keluar lagi. Kita Rupiah mau apa? Saya bilang, emangnya aku di Singapura? Rupiah mau 0 persen pun saya bilang Rupiah tetap ada di bank," jelas JK
Reporter Magang - Mochamad Aidil Akbar