Wamenlu RI: Peluang Damai di Libya Kian Terbuka, Hubungan Indonesia-Libya Menguat
Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menilai peluang damai di Libya semakin terbuka, seiring penguatan hubungan bilateral Indonesia-Libya dan potensi rekonsiliasi antar pihak bertikai.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta menyatakan situasi di Libya menunjukkan perbaikan signifikan. Ini membuka peluang besar bagi rekonsiliasi antar pihak bertikai untuk membangun pemerintahan bersama.
Penilaian ini disampaikan usai Sidang Komisi Bersama Indonesia-Libya di Jakarta, Senin malam. Kunjungan balasan dari Libya menandai penguatan hubungan bilateral kedua negara dalam waktu relatif singkat.
Anis Matta menekankan pentingnya dukungan komunitas internasional terhadap proses ini. Namun, ia menegaskan bahwa proses damai harus berasal dari masyarakat Libya sendiri tanpa intervensi pihak luar.
Penguatan Hubungan Bilateral Indonesia-Libya
Hubungan bilateral antara Indonesia dan Libya kembali aktif secara signifikan. Hal ini menyusul kunjungan Anis Matta ke Libya pada awal Oktober 2025. "Jadi kita mulai mengaktivasi kembali hubungan kita ini dengan kunjungan saya tiga bulan lalu. Dan dalam waktu singkat, hanya tiga bulan mereka sudah memberikan kunjungan balasan ke sini," kata Anis Matta.
Setelah sidang bersama, kedua negara menandatangani perjanjian bebas visa diplomatik. Selain itu, kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Libya juga disepakati. Pihak Libya berencana mengundang KADIN Indonesia untuk kunjungan lanjutan dalam waktu dekat.
Potensi perdagangan antara Indonesia dan Libya tergolong besar, meski nilai perdagangan saat ini masih relatif kecil, sekitar 100 juta dolar AS. Oleh karena itu, kedua negara sepakat mendorong peningkatan volume perdagangan dan investasi. "Karena itu kita ingin meningkatkan volume perdagangan dan investasi. Sementara ini turis Libya juga yang ke Indonesia lumayan banyak, sampai lima ribuan setahun,” ujarnya.
Kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Libya Emhemed Saeed Ali Zidan ke Indonesia kali ini merupakan kunjungan balasan. Ini menandai langkah konkret penguatan kembali hubungan bilateral kedua negara setelah lebih dari satu dekade Libya dilanda ketidakstabilan pascajatuhnya Moammar Ghadafi pada 2011.
Dukungan Pendidikan dan Rekonsiliasi Nasional
Indonesia memberikan dukungan signifikan di bidang pendidikan bagi Libya. Sebanyak 250 beasiswa ditawarkan kepada mahasiswa Libya. Negara ini menjadi salah satu prioritas utama penerima beasiswa dari Indonesia.
Hingga saat ini, sekitar seribu mahasiswa Libya telah menyelesaikan studi di Indonesia. Mereka menempuh pendidikan pada berbagai jenjang. Sementara itu, sekitar 200 mahasiswa Indonesia juga tercatat menempuh pendidikan di Libya.
Terkait dinamika politik di Libya, Anis Matta menilai Indonesia dapat berperan aktif. Indonesia mendorong dukungan internasional agar masyarakat Libya menemukan jalan damai secara mandiri. Ini sejalan dengan prinsip non-intervensi asing.
"Sekarang waktunya mereka melakukan rekonsiliasi, berdamai kembali, dan membangun pemerintahan bersama. Tapi kita menginginkan proses itu adalah proses Libya-Libya, artinya biar mereka menyelesaikan dan kita pihak internasional mendukung apa pun yang disepakati oleh mereka,” tegas Anis Matta.
Respons Indonesia terhadap Bencana
Dalam kesempatan yang sama, Anis Matta juga menyinggung rapat kabinet mendadak di Istana Kepresidenan. Rapat tersebut membahas evaluasi penanganan bencana alam di Indonesia. Sejumlah negara telah menghubungi Indonesia untuk menawarkan bantuan terkait bencana di Sumatera.
Presiden Prabowo menerima banyak tawaran bantuan dari kepala negara lain. Namun, beliau menyampaikan terima kasih atas niat baik tersebut. "Tadi Presiden Prabowo menyampaikan bahwa banyak sekali kepala negara yang sudah nelpon beliau, menawarkan bantuan, tapi beliau menyampaikan terima kasih atas goodwillnya, keinginan baiknya semuanya, Tapi insya Allah kita masih bisa menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.
Penguatan hubungan bilateral ini diharapkan membawa dampak positif. Terutama dalam mendukung stabilitas dan peluang damai di Libya yang berkelanjutan. Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung upaya perdamaian dan pembangunan di Libya.
Sumber: AntaraNews