Unimed Bekali Mahasiswa dengan Nilai Integritas, Fondasi Membangun Negeri dari Sekolah
Guru Besar Unimed, Prof. Syawal Gultom, membekali mahasiswa dengan nilai integritas dan gagasan "Membangun Negeri dari Sekolah" sebagai pedoman penting setelah lulus.
Universitas Negeri Medan (Unimed) terus memperkuat komitmennya dalam membentuk karakter unggul mahasiswanya. Melalui pembekalan yang disampaikan oleh Guru Besar Unimed, Prof. Syawal Gultom, para mahasiswa dari tujuh fakultas diajak memahami pentingnya nilai integritas sebagai fondasi utama. Kegiatan ini bertujuan agar lulusan Unimed tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Pembinaan karakter ini merupakan bagian integral dari visi Unimed untuk mencetak generasi penerus yang berdaya saing tinggi. Prof. Syawal Gultom menekankan bahwa pembentukan karakter yang kuat di sekolah dan kampus adalah kunci percepatan perubahan positif di Indonesia. Gagasan "Membangun Negeri dari Sekolah" menjadi semangat utama dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas.
Acara pembekalan yang berlangsung di Medan pada Jumat, 22 November, ini dihadiri oleh Rektor Unimed, Prof. Baharuddin, yang secara resmi membuka kegiatan. Beliau menegaskan bahwa keunggulan karakter akan menjadi ciri khas lulusan Unimed. Hal ini membedakan mereka dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain, sekaligus menjadi modal penting dalam memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Pentingnya Integritas dan Karakter dalam Kehidupan
Prof. Syawal Gultom menjelaskan bahwa pembinaan karakter merupakan fondasi dari seluruh pencapaian akademik. Menurutnya, kecerdasan intelektual hanya akan bermakna jika ditopang oleh nilai-nilai integritas, etika, tanggung jawab, dan disiplin. Karakter yang kuat menjadi penentu keberhasilan seseorang, baik dalam karier maupun kehidupan sosial.
Membangun karakter bukanlah proses instan, melainkan memerlukan latihan, kebiasaan, dan komitmen yang berkelanjutan. "Karakter tidak muncul begitu saja. Karakter dibentuk melalui latihan, kebiasaan, dan komitmen. Jujur itu latihan. Disiplin itu latihan. Etika juga latihan," ujar Prof. Syawal Gultom. Pernyataan ini menegaskan bahwa setiap aspek karakter positif harus diasah secara terus-menerus.
Kepercayaan adalah modal utama yang menentukan keberhasilan seseorang dalam berbagai aspek kehidupan. Kepercayaan ini, menurut Prof. Syawal, hanya lahir dari karakter yang baik dan konsisten. "Banyak orang berhasil bukan karena ia paling pintar, tetapi karena ia dipercaya. Integritas adalah modal terbesar dalam hidup," tambahnya, menyoroti betapa krusialnya integritas.
Membentuk Generasi Unggul Berbekal Nilai-nilai Integritas
Selama kegiatan pembekalan, mahasiswa diajak untuk mengidentifikasi karakter-karakter utama yang diperlukan oleh generasi unggul. Karakter-karakter ini mencakup integritas, kemampuan memimpin diri, toleransi, berpikir kritis, kreativitas, kemampuan bekerja sama, hingga kepekaan sosial. Pemahaman terhadap nilai-nilai ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi mahasiswa dalam mengembangkan diri.
Prof. Syawal juga memberikan contoh konkret penerapan nilai-nilai integritas dalam kehidupan kampus sehari-hari. Mulai dari kedisiplinan hadir di kelas, etika berkomunikasi dengan dosen dan teman, penyelesaian tugas tepat waktu, hingga sikap saling menghargai. Penerapan ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan.
Rektor Unimed, Prof. Baharuddin, dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun keunggulan karakter sebagai ciri khas mahasiswa Unimed. Beliau berharap mahasiswa tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki keteguhan sikap dan karakter sebagai modal penting. Komitmen Unimed ini bertujuan untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat dengan bekal integritas yang kokoh.
Sumber: AntaraNews