Unik! Marc Marquez dan Valentino Rossi Saling Tak Anggap Rival Meski Sama-sama 7 Kali Juara Dunia MotoGP
Marc Marquez dan Valentino Rossi, dua legenda MotoGP, secara mengejutkan saling tak menganggap rival. Padahal, keduanya kini sama-sama mengoleksi 7 gelar juara dunia.
Juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, memberikan tanggapan menarik terkait pernyataan legenda hidup Valentino Rossi. Rossi sebelumnya secara mengejutkan tidak memasukkan nama Marquez dalam daftar rival terkuatnya. Hal ini memicu perdebatan hangat di kalangan penggemar balap motor dunia.
Dalam wawancara eksklusif di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Marquez menyampaikan pandangan serupa. Pembalap asal Spanyol itu secara tegas juga mengaku tidak menganggap Rossi sebagai rival utamanya. Pernyataan ini cukup mengejutkan banyak pihak, mengingat sejarah persaingan keduanya.
"Karena kami tidak pernah berjuang untuk gelar juara,” kata pembalap Ducati itu menjelang MotoGP Indonesia. Kedua pembalap ini kini sama-sama mengoleksi tujuh gelar juara dunia MotoGP. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di benak para pecinta balap, mengingat intensitas pertarungan mereka di masa lalu.
Pandangan Valentino Rossi tentang Rivalitas
Sebelumnya, dalam peluncuran livery spesial tim Pertamina Enduro VR46, Valentino Rossi telah menyebut beberapa nama sebagai rivalnya. Daftar tersebut mencakup Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Max Biaggi, dan Dani Pedrosa. Pembalap Italia itu tidak memasukkan Marc Marquez dalam daftar tersebut, yang menimbulkan tanda tanya.
Dari daftar tersebut, Rossi secara khusus menyoroti Jorge Lorenzo sebagai "mungkin" rival terkuatnya. Ia menjelaskan bahwa pengalaman keduanya bersama-sama di Yamaha selama bertahun-tahun menciptakan persaingan sengit. Mereka juga sering bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.
Rossi bahkan menggambarkan rivalitasnya dengan Lorenzo sebagai "bukan sekadar rivalitas - itu seperti kisah cinta." Pernyataan ini menunjukkan kedalaman hubungan persaingan mereka. Ini juga menggarisbawahi intensitas pertarungan yang terjadi di lintasan balap selama bertahun-tahun.
Klarifikasi Marc Marquez dan Jejak Pertarungan
Pernyataan Rossi membuat banyak pihak heran, mengingat Marc Marquez selalu menjadi lawan beratnya sejak debut pada 2013. Marquez sendiri selalu melawan Rossi hingga pensiunnya The Doctor pada akhir 2021. Rivalitas Marc Marquez Valentino Rossi sering menjadi sorotan media.
Marquez mengklarifikasi bahwa pernyataannya tidak merujuk pada dominasinya atas Rossi selama keduanya masih membalap. Ia menjelaskan bahwa rivalitasnya bergeser seiring waktu. "Tidak, tidak, tidak, bukan seperti itu.... Hanya saja ketika saya tiba, lawan terbesar saya, misalnya, suatu tahun adalah Lorenzo. Dan kemudian beralih ke Dovizioso," ujarnya.
Faktanya, dari delapan tahun kebersamaan mereka di lintasan, Rossi hanya sekali berada di atas Marquez dalam klasemen akhir. Momen tersebut terjadi pada tahun 2015, musim di mana Rossi dikalahkan Lorenzo dalam perebutan gelar juara. Ini menunjukkan dominasi Marquez dalam sebagian besar periode tersebut.
Fokus Marquez Pasca Gelar Ketujuh
Dengan gelar ketujuh yang sudah dikuncinya di Motegi, Jepang, pekan lalu, Marc Marquez kini telah fokus menatap musim 2026. Ia merasa sudah saatnya mempersiapkan diri untuk tantangan berikutnya. Perencanaan ini penting untuk mempertahankan performa di level tertinggi.
Musim ini masih menyisakan lima balapan, termasuk di Mandalika, namun Marquez mengatakan sudah waktunya memikirkan musim depan. "Kami perlu mencoba beberapa hal lagi, mencoba sedikit memodifikasi set-up, mencoba bereksperimen dengan berbagai hal yang tersedia, dan mencoba mulai bekerja untuk tahun 2026,” jelasnya. Ini menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan motor dan strategi balap.
Fokus pada musim 2026 ini menunjukkan mentalitas seorang juara yang selalu ingin berkembang. Marquez ingin memastikan bahwa timnya memiliki data dan persiapan yang cukup. Hal ini dilakukan demi menghadapi persaingan yang semakin ketat di MotoGP mendatang.
Sumber: AntaraNews