Tidak Punya Biaya Obati Istri Sakit, Pria di NTT Bacok Menantu
Bacokan parang dari ayah mertua mengenai bahu kiri korban, sehingga mengalami luka robek karena korban tidak bisa menghindar. Korban kemudian lari keluar dari pondok dan meminta tolong kepada tetangga rumah.
Nasib nahas dialami Laurensius Laba (39), seorang guru honor di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Warga Desa Mampir, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata ini terluka setelah dibacok ayah mertuanya, Yoseph Obi Robiwala (59).
Saat itu, korban Laurensius bersama anaknya yang berusia tiga tahun sedang berada di pondok belakang rumah. Dia sibuk mengisi tuak (minuman tradisional) ke dalam jerigen untuk dijual.
Sesaat kemudian pelaku yang adalah ayah mertua korban datang dari dalam rumah dan langsung menganiayanya menggunakan parang sebanyak satu kali.
Bacokan parang dari ayah mertua mengenai bahu kiri korban, sehingga mengalami luka robek karena korban tidak bisa menghindar. Korban kemudian lari keluar dari pondok dan meminta tolong kepada tetangga rumah.
Atas kejadian tersebut korban kemudian ke Polsek Buyasuri melaporkan kejadian yang dialaminya agar dapat ditindaklanjuti dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kasat Reskrim Polres Lembata, AKP Komang Sukamara, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dan membuatkan laporan polisi. Korban juga sudah dibawa ke Puskesmas, untuk menjalani visum et repertum serta diperiksa penyidik kepolisian.
Polisi mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku beserta barang bukti. "Kita masih melakukan penyelidikan atau penyidikan kasus ini," jelasnya, Selasa (15/6).
Pelaku Jengkel Dengan Korban
Dalam keterangannya kepada polisi, pelaku mengaku melakukan aksinya karena jengkel dengan korban.
Saat itu pelaku baru pulang dari rumah saudarinya di desa yang sama. Pelaku pulang ke rumah yang juga ditinggali anak mantunya (korban). Setibanya di rumah, pelaku mendapati rumah dalam keadaan berantakan.
"Pelaku pulang ke rumah dalam keadaan emosi karena istri dan anaknya sakit. Ditambah lagi pelaku jengkel melihat keadaan rumah berantakan," ungkap Kasat Reskrim Polres Lembata, AKP Komang Sukamara.
Selain itu, pelaku sedang emosi dan galau karena ketiadaan biaya berobat untuk istrinya.
"Pelaku stres karena belum ada uang untuk biaya obat istri yang sedang sakit," tambah Komang Sukamara.
Pelaku kemudian langsung mengambil parang dari dalam kamarnya dan langsung menuju kamar korban yang juga anak mantunya. Namun ia tidak menemukan korban, karena korban berada di pondok belakang rumah.
Pelaku menghampiri korban dan langsung memotong korban di bagian bahu kiri.
Menurut keterangan korban, selama ini dia tidak pernah ada masalah dengan ayah mertuanya. Hal yang sama diakui pelaku.
"Pelaku mengaku khilaf sehingga membacok korban. Selama ini pelaku mengaku tidak ada masalah dengan korban," tutup Komang Sukamara.
Baca juga:
Pengangguran di Denpasar Aniaya & Borgol Teman Kencannya
Ingin Melerai, Pria di Makassar Malah Diamuk Lima Orang
Tukang Ojek Jadi Korban Penganiayaan Penumpang di Papua
Penganiaya Perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang Jalani Sidang Perdana
Tersangka Penganiaya Santri di Deli Serdang hingga Meninggal Bertambah jadi 3 Orang
Mulai Diadili karena Pukul Warga, Anggota DPRD Jember Ditahan