Terminal Mengwi Padat, Arus Mudik Lebaran Bali Capai 3.000 Penumpang Harian
Arus Mudik Lebaran Bali melalui Terminal Mengwi mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Lebih dari 3.000 penumpang meninggalkan Bali setiap hari, diprediksi puncaknya H-1 Nyepi.
Terminal Tipe A Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, mencatat peningkatan signifikan arus mudik Lebaran 2026. Sejak 13 Maret 2026, ribuan penumpang mulai meninggalkan Pulau Dewata setiap harinya. Peningkatan ini terjadi menjelang perayaan Hari Raya Lebaran dan Nyepi yang semakin dekat.
Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 3.000 orang pemudik telah berangkat dari terminal ini setiap hari. Kepala Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra, mengonfirmasi lonjakan jumlah penumpang. Fenomena ini diprediksi akan terus meningkat hingga mendekati puncak arus mudik.
Pada 13 Maret, tercatat 3.396 penumpang berangkat menggunakan 116 unit bus dari terminal tersebut. Angka ini menunjukkan aktivitas mudik yang intens dari Bali menuju berbagai daerah tujuan. Pihak terminal terus memantau pergerakan penumpang untuk memastikan kelancaran perjalanan.
Lonjakan Jumlah Penumpang di Terminal Mengwi
Arus keberangkatan pemudik dari Terminal Tipe A Mengwi terus menunjukkan tren kenaikan. Pada 13 Maret, sebanyak 3.396 penumpang telah berangkat menggunakan 116 unit bus. Angka ini menjadi indikasi awal peningkatan aktivitas mudik Lebaran 2026.
Peningkatan lebih lanjut terlihat pada 14 Maret, dengan 3.688 penumpang meninggalkan Bali menggunakan 123 unit bus. Data ini menunjukkan bahwa jumlah pemudik yang keluar dari Pulau Dewata terus bertambah secara konsisten. Petugas terminal terus memperbarui data keberangkatan dan kedatangan setiap harinya.
Sementara itu, jumlah kedatangan penumpang ke Bali juga mengalami peningkatan. Pada 13 Maret, 968 penumpang tiba dengan 68 unit kendaraan. Sehari kemudian, 1.064 orang tiba dengan 67 unit kendaraan, menunjukkan dinamika pergerakan penumpang yang tinggi.
Prediksi Puncak Arus Mudik Menjelang Nyepi
Puncak arus mudik Lebaran dari Terminal Mengwi diperkirakan terjadi pada H-1 Hari Raya Nyepi, yakni 18 Maret 2026. Prediksi ini disampaikan oleh Kepala Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra. Imbauan terkait penutupan pelabuhan serta penutupan terminal saat Nyepi menjadi faktor pendorong lonjakan ini.
Gede Tantara menjelaskan bahwa lonjakan penumpang akan sangat signifikan menjelang penutupan tersebut. Pemudik berupaya meninggalkan Bali sebelum pembatasan aktivitas diberlakukan. Situasi ini memerlukan persiapan ekstra dari pihak pengelola terminal dan operator transportasi.
Petugas terus memantau pergerakan penumpang dan bus untuk mengantisipasi kepadatan. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga dilakukan guna memastikan kelancaran operasional. Hal ini penting untuk kenyamanan dan keselamatan seluruh pemudik yang menggunakan jasa terminal.
Tantangan Kepadatan Lalu Lintas dan Keterlambatan Bus
Lonjakan jumlah pemudik berdampak langsung pada kepadatan lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Koordinator Posko Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Ditjen Hub Darat, Agus Juni Krisnawan Rantika, menyoroti masalah ini. Kemacetan menjadi tantangan serius dalam kelancaran arus mudik.
Kepadatan lalu lintas di jalur menuju pelabuhan menyebabkan sejumlah bus mengalami keterlambatan tiba di Terminal Mengwi. Hal ini berpotensi mengganggu jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan. Agus menyatakan bahwa bus yang masuk ke Bali juga terkendala kemacetan di Gilimanuk.
Meskipun demikian, pihak terminal terus berupaya mengelola situasi ini sebaik mungkin. Mereka berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi dan meminimalkan dampak keterlambatan. Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas juga disampaikan kepada penumpang.
Jaminan Keselamatan dan Imbauan untuk Pemudik
Pihak Terminal Mengwi memastikan bahwa seluruh bus yang beroperasi telah melalui pemeriksaan kelayakan jalan atau ramp check oleh petugas guna menjamin keselamatan penumpang. Aspek keamanan menjadi prioritas utama selama periode arus mudik.
Agus Juni Krisnawan Rantika juga mengimbau para pemudik, khususnya pengendara roda dua maupun kendaraan pribadi, untuk beristirahat apabila merasa lelah selama perjalanan. Rest area yang telah disediakan dapat dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi.
Imbauan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan. Kesadaran dan tanggung jawab pemudik dalam menjaga kondisi fisik sangat krusial. Dengan demikian, perjalanan mudik dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman hingga tujuan.
Sumber: AntaraNews