Tembus 12.677 Ton! Penyaluran Beras SPHP Bulog Sumsel-Babel Jamin Kualitas Hingga Akhir Tahun
Bulog Sumsel-Babel telah menyalurkan 12.677 ton Beras SPHP Bulog Sumsel-Babel hingga Oktober untuk stabilitas harga. Kualitas terjamin, bahkan ada layanan pengaduan bagi masyarakat.
Perum Bulog Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel-Babel) telah menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah tersebut. Hingga 11 Oktober, Bulog Sumsel-Babel berhasil menyalurkan 12.677 ton beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat. Ini bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan beras dengan harga terjangkau.
Pimpinan Wilayah Bulog Sumsel-Babel, Mersi Windrayani, menjelaskan bahwa jumlah penyaluran akan terus meningkat hingga akhir tahun. Target total penyaluran beras SPHP untuk tahun ini diproyeksikan mencapai 51.281 ton. Ini mencerminkan skala operasi Bulog dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di dua provinsi tersebut.
Langkah strategis ini diambil untuk mengantisipasi potensi fluktuasi harga dan pasokan beras di pasar lokal. Dengan distribusi Beras SPHP Bulog Sumsel-Babel yang masif, masyarakat diharapkan dapat mengakses beras berkualitas dengan harga pemerintah. Ini juga menjadi bantalan penting dalam menjaga daya beli masyarakat.
Penyaluran Beras SPHP Melalui Berbagai Saluran
Dalam menjalankan tugasnya, Bulog Sumsel-Babel tidak bekerja sendiri, melainkan menjalin kerja sama erat dengan berbagai pihak. TNI, Polri, BUMN, serta instansi pemerintah daerah menjadi mitra strategis dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah. Kolaborasi ini memastikan Beras SPHP Bulog Sumsel-Babel dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Selain melalui Gerakan Pangan Murah, Beras SPHP juga didistribusikan melalui jaringan pengecer di pasar-pasar tradisional. Keberadaan beras ini di berbagai titik penjualan seperti KDMP, KKMP, dan outlet binaan Bulog Rumah Pangan Kita (RPK) sangat membantu aksesibilitas. Bahkan, retail modern seperti Alfamart dan Indomaret turut menjadi saluran distribusi, memperluas jangkauan ke konsumen perkotaan.
Mersi Windrayani menekankan pentingnya diversifikasi saluran distribusi ini. "Selain memastikan beras SPHP tersebar di seluruh wilayah, Bulog juga memastikan kualitas maupun kuantitas beras sudah sesuai standar yang telah ditentukan," ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen Bulog tidak hanya pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas produk yang disalurkan.
Jaminan Kualitas dan Mekanisme Pengaduan Beras SPHP
Aspek kualitas menjadi prioritas utama dalam penyaluran Beras SPHP Bulog Sumsel-Babel. Bulog memastikan bahwa setiap karung beras yang didistribusikan telah melalui serangkaian pemeriksaan ketat. Kualitas dan kuantitas beras SPHP yang disalurkan dipastikan dalam kondisi baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Proses pengawasan kualitas melibatkan berbagai pihak berwenang. "Karena kita pastikan beras sebelum disalurkan telah dilakukan analisa kualitas oleh pihak berwenang, yaitu UB-JASTASMA, juga dimonitor harian oleh kepala gudang Bulog, serta monitoring dan evaluasi oleh tim Bulog di titik-titik saluran penjualan bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dan Satgas Pangan Polri," jelas Mersi. Ini adalah bukti transparansi dan akuntabilitas dalam menjaga mutu pangan.
Bulog juga menyediakan mekanisme pengaduan yang mudah diakses oleh masyarakat. Apabila masyarakat menemukan beras yang tidak sesuai kualitas, mereka dapat langsung menukarkan beras tersebut ke Bulog. Penukaran bisa dilakukan langsung pada saat Gerakan Pangan Murah di lokasi kegiatan, atau melalui hotline 082279535165. Masyarakat juga bisa datang langsung ke kantor Bulog di Jalan Perintis Kemerdekaan No 01 Palembang. "Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas dan kuantitas beras SPHP," tegas Mersi.
Hingga akhir tahun nanti, Bulog Sumsel-Babel akan terus menyalurkan Beras SPHP sesuai dengan penugasan pemerintah. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang ditetapkan pemerintah dan kualitas yang terjamin. Komitmen ini diharapkan dapat terus mendukung ketahanan pangan nasional.
Sumber: AntaraNews